kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Cara menurunkan berat badan secara mudah dan berkelanjutan


Selasa, 13 Oktober 2020 / 10:42 WIB
Cara menurunkan berat badan secara mudah dan berkelanjutan
ILUSTRASI. Cara menurunkan berat badan secara mudah dan berkelanjutan. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kelebihan berat badan menjadi permasalahan banyak orang. Banyak orang melakukan beragam cara menurunkan berat badan, ada yang berhasil dan gagal. Jika kamu termasuk yang gagal, mari coba cara menurunkan berat badan berikut ini.

Salah satu cara menurunkan berat badan adalah dengan konsisten menerapkan diet tertentu. Misalnya, diet keto atau diet puasa yang sedang populer saat ini.

Di samping kemudahannya tersebut, ada anggapan bahwa kedua diet tersebut dapat menjadi cara menurunkan berat badan dengan cepat. Di sisi lain, menurunkan berat badan dengan cara yang sehat --seperti mengubah gaya hidup-- membutuhkan waktu lama.

Namun demikian, cara demikian -biasanya, membuahkan hasil yang konsisten secara jangka panjang, seperti yang dibuktikan dari sebuah penelitian terbaru.

Baca juga: Inilah tips hemat pengeluaran di tengah ancaman resesi ekonomi

Para peneliti di Yale University dan Cornell University menyebut, sedikit perubahan gaya hidup yang dilakukan dalam waktu lama menjadi kunci sebagai cara menurunkan berat badan. Para ilmuwan membandingkan perubahan gaya hidup seperti halnya melunasi utang, di mana kita mencicil sedikit demi sedikit sampai akhirnya utang tersebut lunas.

Nah, dalam penelitian ini ada 36.245 responden yang terlibat dengan menggunakan aplikasi bernama Lose It!. Aplikasi ini melacak capaian atau tujuan kebugaran pengguna, dan lantas menetapkan aktivitas fisik minimum dan membatasi kalori harian.

Dari sana para peneliti menemukan, orang cenderung mengikuti standar kalori harian dan latihan fisik minimum saat menggunakan aplikasi tersebut.

Menuju Target

Hal ini menunjukkan, penentuan standar kalori harian dan latihan fisik yang lebih kecil di aplikasi pelacak kebugaran membantu orang untuk mematuhi standar yang sudah ditetapkan. Kosuke Uetake, profesor pemasaran di Yale University dan co-author studi ini memberikan penjelasannya.

Dia mengatakan, para peserta berusaha mematuhi standar kalori harian dan latihan fisik meski tidak dikenakan sanksi jika melanggar standar tersebut. "Kami melihat hasil positif ini, di mana kesuksesan jangka pendek menghasilkan kesuksesan jangka panjang," ucap Uetake.

Baca juga: Bioskop boleh buka selama PSBB transisi Jakarta, ini syaratnya

Uetake dan co-author lain, Nathan Yang menjelaskan, tujuan statis kurang efektif dibandingkan tujuan adaptif dalam konteks usaha penurunan berat badan. Tujuan adaptif -seperti meningkatkan standar kalori harian maksimum dan durasi aktivitas fisik- bisa membantu menurunkan berat badan lebih cepat, ketimbang menuruti target yang selalu sama.

Jadi, menerapkan diet yang tampaknya menjanjikan, memang bisa menurunkan berat badan dalam waktu cepat. Namun, mengubah gaya hidup bisa memberikan efek jangka panjang bagi kita sebagai cara menurunkan berat badan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mau Turunkan Berat Badan dengan "Sehat dan Awet"? Begini Caranya...",
Penulis : Gading Perkasa
Editor : Glori K. Wadrianto

Selanjutnya: Rp 150-an juta, pendaftaran lelang rumah sitaan Bank Mandiri ditutup hari ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×