kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Buat orangtua, ini dampak dari stunting pada anak serta cara mencegahnya


Rabu, 18 Agustus 2021 / 15:22 WIB
ILUSTRASI. Buat orangtua, ini dampak dari stunting pada anak serta cara mencegahnya . ANTARA FOTO/Maulana Surya.


Penulis: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID - Stunting pada anak bisa mengganggu perkembangan mereka, bahkan bisa meningkatkan risiko kematian. Karenanya, orangtua perlu tahu dampak serta cara pencegahan stunting sejak dini.

Melansir dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), stunting adalah gangguan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama. 

Stunting menyebabkan perkembangan otak serta tumbuh kembang terhambat. Anak yang menderita stunting umumnya bertubuh lebih pendek dari anak pada umumnya. 

Angka anak penderita stunting di Indonesia tergolong tinggi. Menurut hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI), tahun 2019, angka stunting di Indonesia menurun menjadi 27,67%.

Baca Juga: Ini keuntungan jika menggelar pernikahan sederhana tanpa resepsi

Meskipun menurun, angka tersebut masih di atas angka yang ditargetkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 20%.

Dampak dari stunting

Stunting menyebabkan beragam dampak buruk untuk anak baik dalam jangka pendek maupun panjang. 

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) membagikan informasi tentang stunting melalui Instagram-nya termasuk dampak dan cara pencegahan. Dampak dari stunting baik jangka pendek dan panjang di antaranya:

Jangka pendek

  1. Sering merasa kesakitan bahkan kematian. 
  2. Menghambat pertumbuhan syaraf anak sehingga fungsi kognitif menurun. 
  3. Perkembangan motorik lebih lamban. 
  4. Kesulitan dalam mengungkapkan bahasa ekspresif. 
  5. Meningkatkan biaya kesehatan. 

Jangka panjang

  1. Postur tubuh tidak optimal saat dewasa atau lebih pendek dibandingkan pada umumnya. 
  2. Meningkatnya risiko obesitas dan penyakit lainnya. 
  3. Menurunnya kesehatan reproduksi. 
  4. Kapasitas belajar dan performa kurang optimal saat sekolah atau produktivitas dan kapasitas kerja tidak optimal. 

Baca Juga: Jangan buru-buru, jawab dulu 7 pertanyaan ini sebelum memutuskan bercerai




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×