kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.880   -55,00   -0,31%
  • IDX 5.844   -51,67   -0,88%
  • KOMPAS100 757   -7,34   -0,96%
  • LQ45 577   -6,32   -1,08%
  • ISSI 202   -0,76   -0,37%
  • IDX30 328   -3,70   -1,12%
  • IDXHIDIV20 403   -4,87   -1,19%
  • IDX80 86   -0,83   -0,95%
  • IDXV30 109   -0,93   -0,85%
  • IDXQ30 106   -1,23   -1,15%

Bisa Bikin Cepat Lapar, 7 Sayuran Ini Tak Boleh Didekati oleh Mereka yang Ingin Diet


Rabu, 17 Mei 2023 / 09:11 WIB
ILUSTRASI. Ssejumlah sayuran justru berpotensi mengagalkan upaya menurunkan berat.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

6. Ubi jalar 

Ubi jalar mungkin bisa menjadi alternatif pengganti kentang saat menjalani diet untuk menurunkan berat badan. Namun, sayuran dari akar ini mengandung kalori dalam jumlah tinggi. Ditambah, karbohidrat cukup tinggi pada ubi jalar turut menyebabkan berat badan naik, terutama jika mengonsumsi lebih banyak daripada energi yang terbakar. 

Baca Juga: 9 Minuman Terbaik yang Bisa Bikin Asam Lambung Tak Berkutik

7. Kentang 

Dikutip dari laman Express, kentang masuk dalam golongan sayuran yang berasal dari bagian akar. Memiliki rasa nikmat dan mudah diolah, ternyata kentang bukan sayuran yang baik untuk dikonsumsi saat sedang menurunkan berat badan. Sebab, kentang tinggi karbohidrat, jenis zat gizi yang dapat dicerna tubuh dengan cepat. 

Saat mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan mengolahnya menjadi glukosa atau gula darah. Tingginya gula darah menyebabkan lonjakan insulin. Apabila insulin tidak bekerja dengan benar seperti pada penderita diabetes, maka glukosa akan terus berada dalam darah dan tidak diubah menjadi energi. 

Kondisi itu membuat tubuh tak memiliki energi, sehingga terus merasa lapar dan meningkatkan keinginan untuk makan karbohidrat. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Sayuran yang Perlu Dihindari jika Ingin Menurunkan Berat Badan"
Penulis : Diva Lufiana Putri
Editor : Rendika Ferri Kurniawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×