Covid-19

Berapa saturasi oksigen normal? Ini penjelasan dan cara mengukurnya

Kamis, 22 Juli 2021 | 09:17 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Berapa saturasi oksigen normal? Ini penjelasan dan cara mengukurnya

ILUSTRASI. Mengukur saturasi oksigen menggunakan oksimeter agar bisa memantau perkembangan kadar oksigen dalam darah.

Saturasi oksigen yang lebih rendah dari normal didefinisikan sebagai hipoksemia. Hipoksemia dapat diakibatkan oleh komplikasi kardiopulmoner, sleep apnea, obat-obatan tertentu, dan berada di ketinggian. 

Gejala hipoksemia yang paling umum termasuk sakit kepala, detak jantung cepat, batuk, sesak napas, napas berbunyi, kebingungan, dan kebiruan pada kulit dan selaput lendir (sianosis).

Sianosis adalah kondisi patologis yang ditandai dengan saturasi oksigen yang sangat rendah. Ada dua jenis sianosis yakni sianosis sentral dan sianosis perifer. Pada sianosis sentral, tingkat saturasi oksigen turun di bawah 85%, yang menyebabkan munculnya rona kebiruan yang terlihat di seluruh kulit dan mukosa. 

Pada sianosis perifer, yang umumnya terjadi karena peningkatan pengambilan oksigen oleh jaringan perifer, rona kebiruan hanya muncul pada bagian tubuh perifer, seperti tangan dan kaki. 

Penyebab paling umum dari sianosis perifer termasuk stasis vena atau paparan dingin yang ekstrim.

Baca Juga: Cara membedakan gejala Covid-19 akibat virus corona varian Wuhan, Beta, Delta

Bagaimana cara meningkatkan saturasi oksigen yang rendah?

Pada penurunan saturasi oksigen normal di titik kritis, harus ditangani dengan tambahan oksigen eksternal. Namun, untuk kondisi ringan hingga sedang, ada cara alami untuk meningkatkan tingkat saturasi oksigen darah. 

Misalnya, latihan fisik setiap hari dapat meningkatkan kapasitas paru-paru untuk pertukaran gas dan mencegah hipoksemia. 

Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai rutinitas olahraga atau menerapkan perubahan dalam rutinitas olahraga sehari-hari. Makan makanan yang sehat dan seimbang juga dapat membantu meningkatkan saturasi oksigen darah. 

Sebab, kekurangan zat besi adalah salah satu penyebab utama saturasi oksigen rendah. Makan makanan yang kaya zat besi, seperti daging, ikan, kacang merah, lentil, dan kacang mete, dapat membantu.

Selanjutnya: Kapan penderita Covid-19 tak lagi menularkan virus saat isolasi mandiri?

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani
Terbaru