Benarkah Diet Telur Efektif Menurunkan Berat Badan?

Rabu, 14 September 2022 | 16:03 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
Benarkah Diet Telur Efektif Menurunkan Berat Badan?

ILUSTRASI. Telur rebus tinggi protein.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Telur padat nutrisi dan baik untuk kesehatan. Benarkah diet telur efektif menurunkan berat badan?  

Telur, makanan padat nutrisi yang memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Telur disebut-sebut baik dikonsumsi untu Anda yang sedang berjuang menurunkan berat badan. 

Baca Juga: Gula Bisa Memicu Gejala Asam Lambung, Benarkah?

Namun, benarkah diet telur bisa menurunkan berat badan? 

Mengutip dari Healthline, Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa diet telur tertentu aman atau efektif. 

Semua versi diet telur menghasilkan lebih sedikit kalori dan bisa membantu seseorang menurunkan berat badan dalam jangka pendek. 

Pada tahun 2015, sekelompok ilmuwan meninjau kemungkinan manfaat dari diet tinggi protein. Mereka mengutip bukti yang menunjukkan bahwa asupan protein tinggi bisa membantu mencegah sindrom metabolik, obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular karena aterosklerosis. 

Para ilmuwan juga mencatat bahwa protein bisa membantu seseorang merasa kenyang. Inilah yang membuat telur bisa membantu menurunkan berat badan. 

Lantas, apakah telur baik untuk penderita diabetes? 

Telur merupakan sumber protein yang baik. Satu butir telur rebus berukuran sedang dengan berat 44 gram mengandung 5,5 gram protein atau sekitar 10%-12% dari asupan harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa. 

Selain itu, telur juga mengandung kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, selenium, folat, kolin, vitamin A, vitamin B12, vitamin D, dan antoksidan. 

Sebuah penelitian pada tahun 2018 menunjukkan bahwa makan tiga butir telur sehari selama 12 minggu membantu orang yang menderita kelebihan berat badan dan obesitas untuk menurunkan berat badan serta mempertahankan massa otot tanpa lemak, dibandingkan dengan orang yang tidak makan telur. 

Amankah konsumsi telur secara rutin? 

Telur menjadi sumber protein yang baik untuk tubuh, namun konsumsi telur dalam jumlah tinggi bisa meningkatkan risiko medis tertentu. 

Penelitian tahun 2019 menunjukkan bahwa makan makanan yang mengandung kolesterol atau telur dalam jumlah yang lebih tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke. 

Sebuah penelitian lain menunjukkan bahwa makan lebih dari enam butir telur dalam satu minggu bisa meningkatkan risiko gagal jantung sebesar 30% pada laki-laki dan perempuan. 

Namun, makan sampai enam butir telur per minggu tidak meningkatkan risiko serangan jantung, stroke hemoragik, atau gagal jantung pada laki-laki dan perempuan. 

Perlu Anda ingat telur mengandung banyak nutrisi penting, namun tidak mengandung serat. 

Para ahli merekomendasikan asupan serat tinggi untuk menjaga pencernaan, kardiovaskular, dan aspek kesehatan lainnya. 

Baca Juga: Segar dan Mudah Dibuat! Minuman Ini Bikin Kolesterol Jahat Ambrol

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Sulistiowati

Terbaru