kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.883   -52,00   -0,29%
  • IDX 5.839   -57,18   -0,97%
  • KOMPAS100 757   -7,86   -1,03%
  • LQ45 577   -6,86   -1,18%
  • ISSI 202   -0,82   -0,40%
  • IDX30 327   -3,92   -1,18%
  • IDXHIDIV20 403   -4,85   -1,19%
  • IDX80 86   -0,89   -1,02%
  • IDXV30 109   -0,80   -0,73%
  • IDXQ30 105   -1,27   -1,19%

Banyak anak yang terinfeksi Covid-19 tanpa demam, simak penjelasannya


Rabu, 19 Mei 2021 / 09:40 WIB
ILUSTRASI. Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports menemukan, kebanyakan anak yang tertular virus corona tidak mengalami demam. KONTAN/Carolus Agus Waluyo/18/01/2021.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 sudah menyerang dunia selama setahun lebih. Hingga saat ini, para ahli masih menyimpulkan bahwa gejala infeksi ini yang umum adalah demam, batuk, serta sesak napas. 

Tetapi hal yang sama mungkin tidak berlaku bagi kelompok anak-anak. Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports menemukan, kebanyakan anak yang tertular virus corona tidak mengalami demam. 

Studi tersebut mengungkap, sekitar 81% dari lebih 12.000 anak dengan infeksi virus corona yang dikonfirmasi di laboratorium sebagai bagian dari penelitian, tidak mengalami demam. 

Sementara itu, hampir 75% anak-anak tidak memiliki gejala Covid-19 yang khas seperti batuk atau sesak napas. 

Baca Juga: Begini gambaran potensi lonjakan kasus Covid-19, dua pekan pasca-libur Lebaran

Para peneliti menggunakan data rekam medis elektronik dari 33 organisasi perawatan kesehatan di seluruh negeri. Semua pasien yang dianalisis berusia di bawah 18 tahun dan didiagnosis Covid-19 antara 1 April-31 Oktober 2020. 

Mereka juga menemukan bahwa hanya 16,5% anak-anak yang terinfeksi Covid-19 yang diteliti mengalami masalah pernapasan. Kemudian, hanya 18,8% pasien anak-anak yang melaporkan gejala seperti nyeri otot, nyeri sendi, malaise, dan anosmia yang terakhir menjadi tanda infeksi virus corona, terutama pada orang dewasa. 

Sementara itu, gangguan pencernaan seperti mual, muntah dan diare ditemukan pada 13,9% pasien anak, sedangkan sakit kepala dan gejala neurologis lainnya terjadi pada kurang dari 5 persen anak yang diteliti. 

Baca Juga: Mengenal Beaus Line, efek infeksi virus corona yang muncul di kuku

Lalu, sekitar 8% mengalami ruam kulit dan masalah dermatologis lainnya akibat virus.




TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×