Tips Sehat

Bangun pagi bisa menghindarkan Anda dari serangan depresi

Jumat, 28 Februari 2020 | 12:32 WIB Sumber: Kompas.com
Bangun pagi bisa menghindarkan Anda dari serangan depresi

ILUSTRASI. Ilustrasi kesehatan bahagia gembira sehat segar matahari bebas dari stress sembuh

KONTAN.CO.ID - Bagi Anda yang rajin bangun pagi, berbahagialah. Berdasarkan penelitian, bangun pagi bisa menurunkan risiko terkena depresi.  

Pola tidur, baik bagi orang yang terbiasa bangun pagi atau tidak bisa mempengaruhi terbentuknya kondisi mental tertentu seperti depresi.

Baca Juga: Sembelit bisa mengancam nyawa, cegah dengan cara ini

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat meneliti hubungan antara pola tidur dan depresi. Hasilnya, orang yang rutin bangun pagi berisiko lebih rendah 12-27% terkena depresi dibandingkan dengan yang tidak rutin bangun pagi.

Sedangkan, orang yang terbiasa tidur terlalu malam dan bangun siang berisiko 6 persen lebih tinggi memiliki gangguan suasana hati (mood disorder) dibandingkan dengan orang yang tidak rutin bangun siang.

Kenaikan sebesar 6 persen tersebut dinilai tidak terlalu signifikan, sehingga pengaruh pola tidur terhadap risiko depresi kemungkinan tidak hanya ditentukan dari faktor seperti gaya hidup dan lingkungan.

Faktor lain seperti genetik dan jumlah paparan cahaya yang diterima seseorang juga dapat mempengaruhi pola tidur yang mengarah pada risiko depresi.

Tidak hanya risiko depresi, orang yang tidur lebih larut dan bangun lebih siang juga memiliki kecenderungan untuk hidup seorang diri dan tidak menikah.

Pola tidur seperti ini juga berkaitan dengan kecenderungan kebiasaan merokok dan memiliki waktu tidur yang tidak teratur.

Meski begitu, tidak selamanya orang yang bangun siang pasti terkena depresi. Hanya saja, rajin bangun pagi memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Baca Juga: 7 tanda yang muncul jika jarang olahraga

Untuk bisa mendapatkan manfaat bangun pagi, Anda bisa coba untuk mulai tidur yang cukup, yaitu 7-8 jam per hari. Anda sebaiknya lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, meredupkan lampu saat malam hari, dan mendapatkan paparan cahaya sebanyak mungkin di siang hari.

Pola tidur sebagai gejala depresi Tidak hanya berperan sebagai faktor risiko, beberapa pola tidur juga dapat dilihat sebagai gejala depresi.

Pola tidur dapat bervariasi setiap orangnya. Untuk mengetahui apakah pola tidur merupakan suatu gejala depresi adalah dengan mengingat bagaimana pola tidur kita sebelumnya.

Baca Juga: Sering makan junk food? Waspadai 13 penyakit berikut

Jika saat ini kamu merasa lebih sulit tidur dari sebelumnya, bisa jadi ini merupakan gejala depresi yang perlu diwaspadai. Kesulitan tidur selama beberapa malam umumnya bukan suatu masalah, terutama bila Anda sedang merasakan stres.

Namun apabila kondisi tersebut terjadi tanpa sebab tertentu, maka Anda perlu lebih waspada. Selain itu, terlalu banyak tidur juga dapat dilihat sebagai suatu gejala depresi.

Jika Anda terlalu banyak tidur (lebih dari 8 jam sehari) dan merasakan suasana hati yang buruk atau sedih setiap saat, Anda perlu mewaspadai ini sebagai suatu gejala depresi.

Manfaat bangun pagi untuk kesehatan mental sebaiknya jangan Anda sepelekan. Sebagai salah satu faktor risiko penyebab depresi, pola tidur yang tidak teratur sebaiknya diperbaiki.

Apabila mengalami gejala depresi yang berhubungan dengan pola tidur seperti di atas, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, agar mendapatkan penanganan yang tepat dan efektif.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rajin Bangun Pagi Dapat Mengurangi Risiko Depresi?"

Editor : Wisnubrata    

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Tri Sulistiowati


Terbaru