Tips Sehat

Bangun pagi bisa menghindarkan Anda dari serangan depresi

Jumat, 28 Februari 2020 | 12:32 WIB Sumber: Kompas.com
Bangun pagi bisa menghindarkan Anda dari serangan depresi

ILUSTRASI. Ilustrasi kesehatan bahagia gembira sehat segar matahari bebas dari stress sembuh

Pola tidur sebagai gejala depresi Tidak hanya berperan sebagai faktor risiko, beberapa pola tidur juga dapat dilihat sebagai gejala depresi.

Pola tidur dapat bervariasi setiap orangnya. Untuk mengetahui apakah pola tidur merupakan suatu gejala depresi adalah dengan mengingat bagaimana pola tidur kita sebelumnya.

Baca Juga: Sering makan junk food? Waspadai 13 penyakit berikut

Jika saat ini kamu merasa lebih sulit tidur dari sebelumnya, bisa jadi ini merupakan gejala depresi yang perlu diwaspadai. Kesulitan tidur selama beberapa malam umumnya bukan suatu masalah, terutama bila Anda sedang merasakan stres.

Namun apabila kondisi tersebut terjadi tanpa sebab tertentu, maka Anda perlu lebih waspada. Selain itu, terlalu banyak tidur juga dapat dilihat sebagai suatu gejala depresi.

Jika Anda terlalu banyak tidur (lebih dari 8 jam sehari) dan merasakan suasana hati yang buruk atau sedih setiap saat, Anda perlu mewaspadai ini sebagai suatu gejala depresi.

Manfaat bangun pagi untuk kesehatan mental sebaiknya jangan Anda sepelekan. Sebagai salah satu faktor risiko penyebab depresi, pola tidur yang tidak teratur sebaiknya diperbaiki.

Apabila mengalami gejala depresi yang berhubungan dengan pola tidur seperti di atas, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, agar mendapatkan penanganan yang tepat dan efektif.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rajin Bangun Pagi Dapat Mengurangi Risiko Depresi?"

Editor : Wisnubrata    

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Tri Sulistiowati


Terbaru