kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Awas, terlalu banyak makan pisang bisa menambah berat badan loh


Senin, 14 Oktober 2019 / 12:04 WIB


Sumber: Harian Kompas | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain rasanya yang enak, pisang juga kaya kandungan gizi, mulai dari potasium, asam folat, mangan, serta vitamin C dan B6. Tak jarang, pisang dipilih sebagai menu sarapan atau menjadi menu andalan saat ingin menurunkan berat badan, karena dianggap mengenyangkan. 

Padahal, mengonsumsi pisang dalam jumlah yang salah bisa menyebabkan masalah kesehatan. Menurut Pusat Data Pangan Departemen Pertanian AS, satu pisang segar berukuran sedang dengan berat 118 gram mengandung 105 kalori, 27 gram karbohidrat, tiga gram serat, 0,3 gram lemak, dan satu gram protein. 

Baca Juga: Singapura larang iklan minuman manis, ini ternyata bahayanya

Selain itu pisang juga mengandung 17% vitamin C, 12% vitamin B6, 12% kalium, 16% mangan, dan 18% magnesium dari nilai harian atau daily value (DV). 

Meski pisang mengandung lemak dan protein, porsinya tidak mencukupi kebutuhan asupan nutrisi penting yang direkomendasikan setiap hari. 

Protein adalah nutrisi penting yang bertanggung jawab untuk menjaga fungsi kekebalan tubuh, kesehatan tulang, pembangunan otot dan perbaikan jaringan, sesuai dengan studi yang diterbitkan di Perpustakaan Kedokteran Nasional AS. 

Lemak, di sisi lain, memberi energi tubuh dan membantu penyerapan nutrisi yang larut dalam lemak. Plus, itu meningkatkan produksi hormon dan kesehatan otak. 

Baca Juga: BPOM minta seluruh pemegang izin obat Ranitidin stop produksi dan tarik produk

Pisang sebaiknya dimakan sebagai camilan, yang tak bisa diperlakukan sebagai pengganti makanan lengkap, karena minimnya jumlah lemak dan protein yang tak bisa memenuhi kebutuhan tubuh, agar tetap berfungsi dengan baik. 




Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Legacy

[X]
×