Kesehatan Umum

Awas! Sering mewarnai dan meluruskan rambut meningkatkan risiko kanker payudara

Kamis, 16 April 2020 | 13:46 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
Awas! Sering mewarnai dan meluruskan rambut meningkatkan risiko kanker payudara

ILUSTRASI. Ilustrasi kesehatan perempuan kanker payudara

KONTAN.CO.ID - Anda suka mewarnai dan meluruskan rambut? Ada kabar buruk. Hasil penelitian menyebutkan pewarnaan rambut permanen dan meluruskan rambut dengan bahan kimia meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Penelitian tersebut dilakukan oleh para ilmuwan dari National Institute of Health (NIH). Hasil penelitian itu dipublikasikan di dalam International Journal of Cancer pada 4 Desember 2019.

Mengutip dari situs American Cancer Society disebutkan penelitian tersebut melibatkan 46.709 perempuan Amerika yang non penderita kanker. Namun, para partisipan memiliki saudara perempuan yang didiagnosis menderita kanker payudara.

Baca Juga: Ingin terhindar dari kanker payudara? Lakukan aktivitas berikut ini

Para ilmuwan mendapati hasil perempuan yang rutin menggunakan pewarna rambut permanen memiliki risiko 9% lebih tinggi terkena kanker payudara.

Sedangkan, perempuan yang menggunakan pewarna rambut semi permanen tidak terjadi peningkatan risiko terkena kanker payudara.

Ada fakta penelitian yang menarik. Perempuan kulit hitam yang rutin mewarnai rambut 45% lebih rentan terkena kanker payudara. Sedangkan, risiko untuk perempuan kulit putih hanya naik sekitar 7%.

Para ilmuwan menduga produk pewarna rambut untuk perempuan kulit hitam mengandung bahan kimia yang berbeda dengan produk yang digunakan perempuan kulit putih.

Selain itu, seseorang yang sering menggunakan produk pewarna rambut dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

"Dalam penelitian kami melihat meningkatnya risiko kanker payudara terkait dengan penggunaan pewarna rambut dan efeknya lebih kuat pada perempuan Afrika-Amerika, terutama mereka yang sering menggunakannya," kata Alexandra White, Penulis Koresponden Penelitian.

Obat kimia pelurus rambut juga dikaitkan dengan naiknya risiko kanker payudara.

Meski sudah melakukan penelitian dan mendapatkan hasil, para ilmuwan masih enggan menyimpulkan dengan tegas hubungan pewarnaan dan pelurusan rambut dengan meningkatnya risiko kanker payudara.

Hal tersebut terjadi karena penelitian sebelumnya tidak mendapatkan kesimpulan yang sama. Maka, harus dilakukan penelitian yang sama untuk memastikan hasilnya.

"Meskipun terlalu dini untuk membuat rekomendasi, menghindari bahan kimia (pewarna permanen dan pelurus rambut) mungkin baik dilakukan untuk mengurangi risiko kanker payudara" kata Dale Sandler.

Baca Juga: Olahraga teratur bisa menurunkan risiko terkena penyakit kanker

Editor: Tri Sulistiowati


Terbaru