Apa Itu Transplantasi Rambut? Ini Prosedur dan Komplikasinya

Jumat, 07 Januari 2022 | 09:54 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Apa Itu Transplantasi Rambut? Ini Prosedur dan Komplikasinya

ILUSTRASI. Ilustrasi transplantasi rambut untuk kebotakan./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/30/01/2012.


KONTAN.CO.ID - Transplantasi rambut adalah prosedur yang baru saja dijalani oleh Anang Hermansyah di Turki. Musisi tersebut melakukan transplantasi rambut untuk memperbaiki kondisi rambutnya agar terlihat lebih muda. 

Dikutip dari Kompas.com (6/1/2021), Anang memang mengalami masalah penipisan rambut belakangan ini. Selain itu, garis rambut di bagian depan kepala suami Ashanti ini mulai semakin mundur. 

Lantas, transplantasi rambut untuk apa? 

Baca Juga: Manfaat Menggunakan Obat Kumur untuk Kesehatan Mulut

Transplantasi rambut untuk apa? 

Transplantasi rambut adalah prosedur di mana ahli bedah atau dermatologis memindahkan rambut ke area kepala yang botak. Dokter bedah biasanya memindahkan rambut dari belakang atau samping kepala ke depan atau atas kepala.

Transplantasi rambut untuk membantu memperbaiki garis rambut, menebalkan rambut dengan hasil yang terlihat alami. Penyebab kebotakan rambut sebagian besar karena kerontokan rambut dan genetika. 

Selain itu, ada juga sejumlah faktor penyebab kebotakan rambut yakni diet, stres, penyakit, ketidakseimbangan hormon, dan obat-obatan. 

Baca Juga: Resep Ubi Ungu Cokelat Meleleh, Inspirasi Camilan Ubi Unik yang Manis dan Praktis

Jenis dan prosedur transplantasi rambut

Dirangkum dari Healthline, terdapat dua jenis prosedur transplantasi rambut yakni slit graft dan micrografts. 

Cangkok slit graft mengandung 4 sampai 10 helai rambut per cangkok. Sementara, cangkok micrografts mengandung 1 sampai 2 helai rambut per cangkokan tergantung jumlah yang dibutuhkan untuk transplantasi rambut. 

Baca Juga: 5 Kandungan Gizi dalam Makanan Sehat yang Perlu Anda Ketahui

Siapa saja yang membutuhkan transplantasi rambut? 

Berikut adalah siapa saja yang membutuhkan transplantasi rambut:

  • Pria dengan pola kebotakan pria
  • Wanita dengan rambut menipis
  • Serta seseorang yang kehilangan sebagian rambut karena luka bakar atau cedera kulit kepala

Namun, transplantasi rambut tidak disarankan untuk seseorang dengan kondisi berikut ini:

  • Wanita dengan pola kerontokan rambut yang meluas di seluruh kulit kepala
  • Orang yang tidak memiliki cukup rambut yang bisa digunakan untuk transplantasi rambut
  • Orang yang memiliki bekas luka keloid (bekas luka tebal dan berserat) setelah cedera atau operasi
  • Orang yang rambutnya rontok karena pengobatan seperti kemoterapi

Baca Juga: Pentingnya Mengonsumsi Makanan Sehat untuk Tubuh. Ini Penjelasannya

Apa komplikasi transplantasi rambut?

Efek samping dari transplantasi rambut biasanya kecil dan hilang dalam beberapa minggu. Komplikasi atau efek samping transplantasi rambut berikut ini: 

  • Berdarah
  • Infeksi
  • Pembengkakan kulit kepala
  • Memar di sekitar mata
  • Kerak yang terbentuk di area kulit kepala tempat rambut dicabut atau ditanam
  • Mati rasa atau kurangnya sensasi pada area kulit kepala yang dirawat
  • Gatal
  • Peradangan atau infeksi pada folikel rambut, yang dikenal sebagai folikulitis
  • Kehilangan kejutan, atau kehilangan rambut yang ditransplantasikan secara tiba-tiba tetapi biasanya sementara
  • Jumbai rambut yang tampak tidak alami

Itulah hal-hal yang perlu diketahui mengenai transplantasi rambut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani

Terbaru