kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Apa Itu Thalasemia? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya di Indonesia


Rabu, 07 Juni 2023 / 10:19 WIB
Apa Itu Thalasemia? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya di Indonesia
ILUSTRASI. Thalassemia adalah kelainan genetik yang menyebabkan terganggunya produksi hemoglobin dalam sel darah merah.


Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Thalassemia adalah kelainan genetik yang menyebabkan terganggunya produksi hemoglobin dalam sel darah merah. Penyebab thalasemia adalah ketidakmampuan sumsum tulang belakang memproduksi protein yang dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin.

Sementara, gejala thalasemia berbeda-beda tergantung jenis thalasemia yang diidap oleh penderitanya. Hal ini membuat sel darah merah pada penderita thalasemia mudah rusak sehingga penderitanya mengalami anemia.

Baca Juga: Ini Sederet Syarat Utama jika Ingin Menjadi Pendonor Darah

Thalasemia adalah penyakit genetik yang diturunkan oleh orang tua kepada anaknya. Untuk itu, perlu dilakukan tes bagi pasangan yang akan menikah apakah membawa gen thalasemia atau tidak.

Sebab, bagi pasangan pembawa gen thalasemia kemungkinan akan menurunkan ke anaknya. 

Lantas, apa penyebab thalasemia dan jenis-jenis thalasemia? 

Baca Juga: Tensi Tinggi Bisa Turun dengan Buah-Buahan Ini, Pas Buat Penderita Hipertensi

Penyebab thalasemia dan cara thalasemia diturunkan 

Penyebab thalasemia adalah keturunan.

Penyebab thalasemia adalah keturunan. Thalasemia diturunkan oleh orang tua yang carrier kepada anaknya. 

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, enam sampai sepuluh dari 100 orang di Indonesia membawa gen penyakit ini. Selain itu, berikut adalah cara thalasemia diturunkan: 

Baca Juga: Apa Itu Mutasi Gen? Ini Contoh, Jenis, dan Akibat Mutasi Gen

  • Jika kedua orang tua tidak menderita thalasemia trait (bawaan), maka tidak ada kemungkinan menurunkan thalasemia trait atau thalasemia mayor pada anaknya. Jadi, semua anaknya mempunyai darah normal.
  • Apabila salah satu dari orang tua menderita thalasemia trait sedangkan yang lainnya tidak maka satu dibanding dua (50%) kemungkinan setiap anak-anaknya akan menderita thalasemia trait, tetapi tidak seorang anaknya yang menderita thalasemia mayor.
  • Apabila kedua orang tua menderita thalasemia trait, maka anak-anaknya kemungkinan akan menderita thalasemia trait atau kemungkinan juga memiliki darah normal atau kemungkinan juga bisa menderita thalasemia mayor.

Baca Juga: Ingin Donor Darah? Ketahui 5 Syarat Utama Sebagai Pendonor Darah

Jenis thalasemia dan gejalanya 

thalasemia minor adalah kondisi yang terjadi pada orang yang sehat namun ia dapat menurunkan gen thalasemia pada anaknya.

Sementara itu, jenis-jenis thalasemia antara lain adalah: 

1. Thalasemia minor 

Thalasemia trait atau thalasemia minor adalah kondisi yang terjadi pada orang yang sehat namun ia dapat menurunkan gen thalasemia pada anaknya. 

Gejala thalasemia minor adalah sebagai berikut: 

  • Lesu
  • Kurang nafsu makan
  • Anemia ringan yang ditandai dengan sel darah merah yang megecil( mikrositik)

Baca Juga: Mengenal Thalasemia dari Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mencegah Thalasemia

2. Thalasemia intermedia

Thalasemia intermedia adalah kondisi antara thalasemia mayor dan minor. Penderita thalasaemia intermedia mungkin memerlukan transfusi darah secara berkala dan dapat bertahan hidup sampai dewasa.

Gejala thalasemia intermedia adalah anemia yang derajatnya tergantung dari mutasi gen yang terjadi.

Baca Juga: Catat! Ini 5 Syarat Utama Jika Ingin Menjadi Pendonor Darah

3. Thalasemia mayor

Thalasemia mayor adalah kondisi saat kedua orang tua mempunyai pembawa sifat thalasemia dan penderitanya akan memerlukan transfusi darah secara berkala seumur hidupnya.

Gejala thalasemia mayor biasanya muncul pada bayi ketika berusia tiga bulan. Gejala thalasemia mayor adalah sebagai berikut: 

Baca Juga: BPJS Kesehatan Sebut Penyesuaian Tarif Layanan Sudah Dihitung dengan Matang

  • Anemia berat, semakin bertambahnya usia penderita mengalami anemia hemolitik 
  • Pembesaran limpa yang bisa membuat perut membuncit
  • Sakit kuning (jaundice)
  • Penderita pucat
  • Sesak nafas karena jantung bekerja berat
  • Pembengkakkan tungkai bawah
  • Pertumbuhan lambat (berat  badan kurang dan penderita sangat bergantung pada transfusi darah. 

Baca Juga: Dirut BPJS Kesehatan beberkan tantangan digitalisasi layanan kesehatan JKN-KIS

Wajah penderita thalasemia juga menunjukkan bentuk muka ras mongoloid yaitu hidung pesek, tanpa pangkal hidung, jarak antara kedua mata lebar, dan tulang dahi juga lebar. 

Keadaan tubuh kuning pucat pada kulit, jika sering ditransfusi kulit menjadi kelabu karena terjadi penimbunan zat besi. 

Baca Juga: ​Catat, inilah kebutuhan cairan per hari pada anak sesuai usianya

Pengobatan thalasemia di Indonesia

Pemerintah memiliki kebijakan menjamin biaya pengobatan pasien thalasemia.

Beban para penderita thalasemia mayor memang berat, karena mereka harus mendapatkan  transfusi darah dan pengobatan seumur hidup. 

Penderita thalasemia menghabiskan dana rata-rata sekitar 7-10 juta rupiah per bulan untuk pengobatan. Oleh karena itu, thalasemia perlu mendapat perhatian khusus  dalam  pelayanan kesehatan. 

Baca Juga: Jangan cemas, ini cara menangani diare pada anak

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, pemerintah memiliki kebijakan menjamin biaya pengobatan pasien thalasemia. Hal itu berdasarkan  Peraturan Menteri Kesehatan No. 1109/Menkes/Per/VI/ 2011. 

Dengan adanya  peraturan ini maka seluruh pasien thalasemia di Indonesia memperoleh jaminan pengobatan thalasemia yang disebut Jampelthas. Selain itu, biaya berobat dan transfusi darah pasien thalasemia juga ditanggung oleh BPJS Kesehatan. 

Demikian penjelasan mengenai thalasemia, penyebab thalasemia, dan gejala thalasemia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×