kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Apa itu impostor syndrome? Berikut penjelasannya


Rabu, 07 Oktober 2020 / 11:20 WIB
ILUSTRASI. karier jabatan kerja sukses ilustrasi


Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID -  Tahukah kalian jika ada impostor syndrome? Impostor syndrome juga disebut sebagai sindrom penipu yang kadang mungkin dirasakan oleh sebagian orang di kehidupan nyata. 

Dirangkum dari Time.com, salah satu indikasi seseorang merasakan impostor syndrome adalah ketika Anda merasa tidak pantas mendapatkan pekerjaan atau prestasi yang dicapai dan membuat Anda merasa menjadi penipu. 

Diperkirakan 70% orang mengalami perasaan penipu ini atau impostor syndrome di titik tertentu dalam hidup mereka, menurut sebuah artikel ulasan yang diterbitkan dalam International Journal of Behavioral Science.

Impostor syndrome bisa dialami oleh semua jenis orang dari semua bagian kehidupan seperti wanita, pria, mahasiswa kedokteran, manajer pemasaran, aktor, dan eksekutif.

Baca Juga: Curang! Cheat Among Us bisa bikin impostor bunuh crewmate instant!

Apa itu impostor syndrome? 

Impostor syndrome adalah pola psikologis bahwa seseorang berhasil bukan karena kemampuan mereka sendiri tetapi karena keberuntungan
Impostor syndrome adalah pola psikologis bahwa seseorang berhasil bukan karena kemampuan mereka sendiri tetapi karena keberuntungan

Impostor syndrome adalah pola psikologis bahwa seseorang berhasil bukan karena kemampuan, bakat, atau keterampilannya melainkan karena keberuntungan.

Artinya pola psikologis saat seseorang meragukan kemampuan dirinya sendiri saat berhasil dan memiliki ketakutan yang terus-menerus terinternalisasi untuk diekspos sebagai "penipuan". 

Hal ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1978 oleh psikolog Pauline Rose Clance dan Suzanne Imes. Dalam makalah mereka, mereka berteori bahwa wanita secara unik dipengaruhi oleh impostor syndrome.

Sejak itu, penelitian telah menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita mengalami perasaan penipu, dan Clance menerbitkan makalah selanjutnya yang mengakui bahwa impostor syndrome tidak terbatas pada wanita. 

Baca Juga: Biar main Among Us makin seru, cobain 3 tips ini




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×