kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45933,76   6,12   0.66%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Apa Itu Gluten dan Mengapa Sering Dianggap Tak Sehat?


Selasa, 23 Mei 2023 / 16:47 WIB
Apa Itu Gluten dan Mengapa Sering Dianggap Tak Sehat?
ILUSTRASI. Gluten Free


Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Apa itu gluten? Gluten adalah protein yang banyak terdapat dalam terigu dan gandum hitam. Jumlah yang lebih kecil terdapat dalam barley dan gandum.

Selain itu, beberapa jenis makanan olahan pun juga mengandung gluten seperti sereal, roti hingga pasta. 

Gluten kerapkali diidentikan dengan hal negatif terkait kesehatan. Itu sebabnya, banyak produk makanan acapkali mencantumkann istilah bebas gluten atau gluten free

Baca Juga: Luar Biasa! Ini 5 Manfaat Utama Tepung Beras untuk Kesehatan Kulit

Dilansir dari Healthline, gluten tidak selamanya buruk. Namun, bagi beberapa orang, terutama penderita penyakit celiac atau autoimun, mengonsumsi gluten akan memicu alergi. 

Meskipun diet bebas gluten mulai marak sejak beberapa tahun terakhir, termasuk di Indonesia, gluten sejatinya tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi sebagian besar orang.

Di Amerika Serikat sendiri, penderita penyakit seliak tak sampai 1% dari seluruh populasinya. Lalu, apa itu gluten? 

Baca Juga: Tidak Banyak Diketahui, Ini 5 Manfaat Bihun untuk Kesehatan Tubuh

Apa itu gluten?

Gluten adalah sejenis protein yang juga dikenal sebagai prolamin.

Gluten adalah sejenis protein yang juga dikenal sebagai prolamin. Protein ini secara alami banyak ditemukan dalam biji-bijian tertentu.

Dalam pengolahan makanan, gluten memiliki berbagai manfaat yang sangat beragam. Manfaat dari gluten adalah memberikan tekstur kenyal dan lembut pada makanan.

Baca Juga: Moms, Kenali Penyebab Siklus Menstruasi Tidak Teratur, Bisa Jadi Ada Kista Didalamnya

Misalnya, pada roti, gluten membentuk jaringan elastis yang meregang dan memungkinkan roti mengembang serta mempertahankan kelembapannya.

Sifat gluten ini membuatnya sering dijadikan sebagai bahan tambahan dalam makanan olahan untuk memperbaiki tekstur dan meningkatkan retensi kelembapan.

Baca Juga: Diet Efektif Tanpa Obat-obatan, Dalam Sepekan Bisa Turun 4,5 Kg

Makanan yang mengandung gluten

Gluten dapat ditemukan dalam berbagai makanan utuh dan olahan, termasuk:

  • Biji-bijian: gandum utuh, dedak gandum, jelai, gandum hitam, semolina, bulgur, farina, bibit gandum, gandum retak, matzo, mir (persilangan antara gandum dan gandum hitam)
  • Produk olahan berbahan dasar biji-bijian: kerupuk, roti, remah roti, pasta, seitan, mi soba yang mengandung gandum, beberapa burger vegetarian dan pengganti daging lainnya, biskuit, kue kering
  • Makanan dan minuman lain: barley malt, cuka malt, kecap, saus salad tertentu, saus atau kuah kental dengan tepung, kaldu dan beberapa kaldu, campuran bumbu tertentu, keripik rasa, bir, jenis anggur dan minuman keras tertentu, beberapa daging olahan.

Baca Juga: 4 Kunci Utama Perbedaan Kecap Asin vs Kecap Ikan untuk Masakan

Gluten sering digunakan dalam produksi makanan sebagai pengental atau penstabil. Jadi, gluten artinya juga banyak ditemukan pada makanan olahan kemasan yang dijual di pasaran.

Perlu diingat bahwa meskipun suatu produk makanan pada dasarnya bebas gluten, makanan tersebut dapat terkontaminasi gluten selama proses pembuatannya. 

Baca Juga: Selain Tinggi Purin, Ini Makanan yang Pantang Dikonsumsi Penderita Radang Sendi

Sumber utama gluten adalah gandum

Sumber utama gluten adalah gandum.

Sumber utama gluten adalah gandum. Salah satu masalah utama kampanye diet  bebas gluten adalah seringnya suatu makanan bebas gluten terkontaminasi oleh gluten dalam proses olahan di pabrik. 

Untuk mengakomodir orang-orang yang melakukan diet gluten, banyak perusahaan melampirkan label bebas gluten maupun sertifikasi gluten free pada kemasannya.

Baca Juga: Kisah Furiyanti Merintis Usaha Camilan Telur Gabus Kata Oma

Selain itu, ada pula klaim makanan olahan gandum yang bebas gluten. Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa tidak ada yang namanya gandum bebas gluten, meskipun diberi label seperti itu.

Itu karena oat mengandung protein yang disebut avenin, yang strukturnya sangat mirip dengan protein dalam gluten.

Penelitian awal menunjukkan bahwa, dalam kasus yang jarang terjadi, sebagian kecil orang dengan kelainan terkait gluten dapat bereaksi sama terhadap avenin seperti reaksi mereka terhadap gluten.

Baca Juga: Selain Tinggi Purin, Ini Makanan yang Pantang Dikonsumsi Penderita Radang Sendi

Label gluten free bisa dipercaya?

Jika Anda berusaha menghindari gluten dari makanan yang dikonsumsi, mungkin sulit untuk mengetahui apakah suatu produk dilengkapi dengan bahan yang mengandung gluten atau tidak.

Misalnya, karena tidak sengaja terkontaminasi selama pemrosesan. Inilah sebabnya mengapa banyak otoritas kesehatan pemerintah telah menerapkan peraturan pelabelan makanan gluten free.

Meskipun label gluten free ini dapat membuat konsumen menyeleksi produk lebih mudah, itu tidak berarti bahwa gluten sama sekali tidak ada dalam komposisi makanan tersebut.

Baca Juga: Sedang Viral! Ini Manfaat Shirataki untuk Kesehatan Sebelum Mengonsumsinya

Di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Kanada, suatu produk dapat diberi label gluten free selama gluten membentuk kurang dari 20 ppm dalam makanan tersebut.

Ambang batas 20 ppm ditetapkan karena beberapa bukti yang menunjukkan bahwa mayoritas orang dengan gangguan terkait gluten tidak mengalami reaksi merugikan pada tingkat ini. 

Namun, beberapa negara telah memilih untuk menetapkan batas gluten free hingga maksimum 3 ppm, mengingat banyak sekali makanan yang mengandung gluten.

Baca Juga: Melumpuhkan Kolesterol Jahat, Ini Manfaat Susu Oat Jika Diminum Setiap Hari

Bahayakah gluten?

Meskipun gluten aman bagi kebanyakan orang, kondisi medis tertentu mewajibkan penderitanya mengonsumsi makanan gluten free, seperti penderita celiac dan penderita intoleransi gluten.

1. Celiac

Penyakit celiac atau seliak adalah kondisi autoimun yang serius di mana sistem kekebalan seseorang menyerang sel-sel usus kecilnya saat mereka menelan gluten.

Baca Juga: Makan Pasta Bikin Program Penurunan Berat Badan Gagal?

Ini adalah salah satu penyebab intoleransi gluten yang paling banyak diteliti dan diperkirakan memengaruhi sekitar 1% populasi global.

Seperti banyak kondisi autoimun lainnya, penyebab pasti penyakit seliak masih belum jelas, tetapi ada bukti kuat dari komponen genetik.

Saat ini penelitian untuk pengobatan penyakit seliak masih dilakukan. Namun, pengobatan yang paling efektif adalah diet gluten secara ketat. 

Baca Juga: 6 Penyebab Kentut Berbau Busuk

2. Intoleransi gluten 

Intoleransi gluten adalah suatu kondisi yang ditandai dengan beberapa gejala terkait dengan konsumsi makanan yang mengandung gluten.

Sejauh ini, sangat sedikit yang diketahui tentang intoleransi gluten. Pengobatan hanya berupa pencegahan dengan tidak mengonsumsi makanan mengandung gluten.

Baca Juga: Mudah! Ini Dia Cara Buat Susu Oat Sendiri di Rumah, Coba Yuk

3. Sindrom iritasi usus

Menurut beberapa ahli, tidak jelas mengapa gandum dapat menjadi masalah bagi sebagian orang dengan iritasi usus besar atau IBS tetapi tidak pada yang lain.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet bebas gluten mungkin cocok untuk beberapa orang dengan IBS, dan terutama bagi mereka dengan IBS-D, atau sindrom iritasi usus besar-diare.

Baca Juga: Mudah! Ini Dia Cara Buat Susu Oat Sendiri di Rumah, Coba Yuk

4. Alergi gandum

Alergi gandum adalah intoleransi terhadap gandum itu sendiri, bukan hanya protein gluten. Jadi, seseorang dengan alergi gandum harus menghindari gandum atau makanan yang mengandung gluten gandum.

Tetapi, masih dapat dengan aman mengonsumsi gluten dari sumber non-gandum seperti jelai atau gandum hitam.

Jadi, meski saat ini banyak kampanye free gluten, bisa dikatakan sangat sulit menghindari makanan yang tak terkontaminasi gluten. Ini karena sumber utama gluten adalah gandum. Jadi, itulah penjelasan mengenai apa itu gluten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Trik & Tips yang Aman Menggunakan Pihak Ketiga (Agency, Debt Collector & Advokat) dalam Penagihan Kredit / Piutang Macet Managing Customer Expectations and Dealing with Complaints

[X]
×