kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Anak Marah Tidak Wajar, Bisa Jadi Ini Penyebabnya!


Senin, 18 April 2022 / 21:42 WIB
Anak Marah Tidak Wajar, Bisa Jadi Ini Penyebabnya!
ILUSTRASI. Anak marah tidak wajar


Reporter: Ana Risma | Editor: Ana Risma

KONTAN.CO.ID - Marah dan pertengkaran merupakan dua situasi yang umum terjadi pada anak-anak mengingat kestabilan emosi layaknya orang dewasa belum mereka miliki.

Namun, pernahkah Anda merasa bahwa kemarahan anak Anda melampaui batas wajar dan tak terhentikan padahal berbagai strategi parenting sudah Anda lakukan? Maka inilah saatnya bagi Anda untuk mencari tahu penyebab yang mendasari perilaku marah tak terkontrol dari anak Anda.

Melansir Amen Clinics, inilah 5 penyebab tak terduga di balik kemarahan anak yang tidak wajar dan mungkin saja terjadi tanpa Anda sadari. Yuk, simak dengan saksama!

Baca Juga: 4 Tips Simpel Memaksimalkan Pencahayaan di Ruang Keluarga

1. ADD / ADHD

Anak-anak dengan ADD (Attention Deficit Disorder) dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) cenderung sering mengalami ledakan kemarahan. Sebagian, kondisi ini disebabkan oleh perilaku impulsif sebagai salah satu karakteristiknya. Banyak dari anak-anak yang mengidap ADD / ADHD memiliki aktivitas rendah di korteks prefrontal otak mereka.

Area otak tersebut berkaitan dengan kontrol impuls, penilaian, dan pengambilan keputusan. Ketika aktivitas di korteks prefrontal otak rendah, anak-anak akan cenderung berbicara dan bertindak tanpa mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan mereka. Oleh sebab itu, anak-anak dengan ADD / ADHD mudah dikendalikan amarah bahkan dapat menyebabkan kerusakan fisik pada teman mereka maupun diri sendiri.

2. Anxiety Disorder / Gangguan Kecemasan

Pada beberapa anak, tantrum, perilaku menghancurkan, dan perilaku agresif adalah tanda-tanda dari adanya kecemasan pada diri mereka. Adapun kecemasan telah dikaitkan dengan peningkatan aktivitas di sejumlah area otak termasuk ganglia basal (bagian yang terlibat dalam pengaturan tingkat kecemasan tubuh) dan amigdala (pusat ketakutan otak).

Untuk beberapa anak, kecemasan menghasilkan opsi untuk melakukan pertarungan dibandingkan menghindari konflik.

3. OCD (Obsessive Compulsive Disorder) / Gangguan Obsesif Kompulsif

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar setengah dari semua orang termasuk anak-anak dengan OCD (Obsessive Compulsive Disorder) atau gangguan obsesif kompulsif cenderung mudah untuk mengalami serangan kemarahan dan kemarahan yang intens.

Orang-orang dengan OCD cenderung memiliki aktivitas berlebihan di anterior cingulate gyrus yang merupakan pemindah gigi pada otak. Ketika di area otak ini terjadi terlalu banyak aktivitas, maka orang yang mengalaminya akan terjebak dalam pikiran obsesif maupun terjebak dalam tindakan.

Anak-anak dengan OCD kemungkinan memiliki dorongan yang akan membantu mereka mengatasi pikiran-pikiran menyedihkan yang berputar di dalam kepala mereka. Ketika OCD tidak diobati dan ada gangguan pada kompulsi tersebut, anak-anak pun akan rentan mengalami panik dan mudah bereaksi dengan cara marah.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×