Kesehatan Umum

Alat rapid test diproduksi, ini gejala penyakit corona yang harus diingat lagi

Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:15 WIB   Reporter: Belladina Biananda
Alat rapid test diproduksi, ini gejala penyakit corona yang harus diingat lagi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada 9 Juli 2020, Pemerintah Indonesia melakukan peluncuran alat rapid test Covid-19 yang diproduksi di dalam negeri. Alat rapid test tersebut diberi nama RI-GHA COVID-19. Peluncuran tersebut dilansir dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Dari laman yang sama, Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro mengatakan ada banyak keunggulan yang bisa didapat dari rapid test covid yang diproduksi dalam negeri. Alat tes tersebut memiliki keunggulan lebih cepat, praktis, dan fleksibel. Proses deteksi penyakit corona bisa dilakukan hanya dalam waktu 15 menit. Selain itu, alat tambahan tidak diperlukan karena bisa dilakukan sendiri.

Baca Juga: Ingat, stamina harus benar-benar terjaga di tengah pandemi virus corona

Tentu saja berita tersebut bisa menjadi pertanda baik, apalagi hasil nilai sensitivitas mencapai angka 96,8% dan IGG mencapai angka 74%. Bambang mengaku produk rapid test covid masih terus ditingkatkan akurasinya.

Kementerian Kesehatan RI juga sudah memberikan surat edar untuk alat rapid test covid itu. Namun, bukan berarti masyarakat bisa lengah. Protokol kesehatan tetap harus diterapkan. Kalau tidak, pandemi corona tidak bisa berhenti.

Gejala Penyakit Corona

Selain tetap menerapkan protokol kesehatan, ada pentingnya bagi Anda untuk mengingat gejala penyakit corona. Hal itu dilakukan agar Anda bisa lebih tanggap dalam memberikan penanganan jika terjadi kasus di sekitar Anda.

Baca Juga: Perhatian, virus corona menyebar di udara dan menular

Dikutip dari who.int, gejala penyakit corona ditunjukkan dengan berbagai macam hal. Pertama, virus corona bisa menyebabkan rasa sakit ringan hingga pneumonia.

Demam tinggi, batuk, tenggorokan terasa sakit, dan sakit kepala menjadi gejala penyakit corona lain yang dirasakan jika seseorang terserang virus. Di beberapa kasus, virus corona juga bisa menyebabkan seseorang menjadi sulit bernapas hingga meninggal dunia.

Editor: Belladina Biananda


Terbaru