kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

9 Minuman sebelum Tidur yang Bisa Mengatasi Insomnia


Kamis, 07 September 2023 / 07:15 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

6. Susu hangat

Ini mungkin terdengar seperti dongeng lama, namun banyak organisasi terkemuka merekomendasikan susu hangat untuk tidur malam yang nyenyak.

Itu karena susu mengandung triptofan. Triptofan secara alami meningkatkan serotonin, neurotransmitter yang dikenal untuk kebahagiaan dan kesejahteraan. Ditambah lagi, serotonin adalah pendahulu hormon melatonin yang mengatur tidur.

Sederhananya, triptofan meningkatkan kadar serotonin, yang meningkatkan kadar melatonin. Melatonin dapat meningkatkan kualitas tidur dan membantu memerangi berbagai gangguan tidur, termasuk jet lag, gangguan tidur kerja shift, dan insomnia.

Baca Juga: Atasi Gejala Remaja Jompo, Simak 5 Tips Hidup Sehat ala Tokopedia

7. Golden milk

Ada beberapa bukti bahwa susu hangat saja dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak di malam hari.

Golden milk tidak hanya memanfaatkan potensi susu hangat untuk membantu tidur, tetapi juga mengandung kunyit.

Karena susu mengandung triptofan, pendahulu melatonin, susu ini dapat membantu meningkatkan kadar melatonin. Melatonin adalah hormon utama yang mengatur siklus tidur-bangun tubuh seseorang.

Sementara itu, kunyit kaya akan senyawa kurkumin yang dapat meringankan beberapa efek kurang tidur, mengurangi peradangan, dan dengan aman mengobati gejala kecemasan dan depresi.

Baca Juga: Menurunkan Asam Urat hingga Kolesterol, Ini Manfaat Jus Ceri yang Kaya Antioksidan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×