kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45992,69   1,09   0.11%
  • EMAS1.132.000 -0,26%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

7 Manfaat Beraktivitas di Luar Ruangan pada Anak yang Sebaiknya Tidak Disepelekan


Kamis, 02 Maret 2023 / 13:41 WIB
7 Manfaat Beraktivitas di Luar Ruangan pada Anak yang Sebaiknya Tidak Disepelekan
ILUSTRASI. Manfaat anak bermain di luar ruangan membantu mencegah obesitas.


Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Pandemi membuat kegiatan fisik anak di luar ruangan kian menurun. Di Indonesia, berdasarkan penelitian Kennedy dan Widnyana, 2020, naiknya angka penggunaan media sosial yaitu 95% pada anak menyebabkan berkurangnya bermain di luar ruangan. 

Padahal, ada banyak manfaat bermain di luar ruangan untuk kesehatan anak. Manfaat beraktivitas fisik pada anak antara lain membantu melawan obesitas pada masa kanak-kanak dan penyakit kardiovaskular pada masa dewasa. 

Sayangnya, Gen Z (lahir tahun 1995 - 2010) dan Gen Alpha (lahir tahun 2011-2025) cenderung pasif dan minim beraktivitas di luar ruangan lantaran terhubung dengan gadget dan alat teknologi canggih.

Baca Juga: Cegah Risiko Kanker pada Anak dengan Cara Ini

Hal itu dapat berdampak buruk pada anak-anak di generasi tersebut. Sebab, studi menunjukkan, anak-anak di generasi tersebut lebih memungkinkan mengalami kecemasan, depresi, perasaan tidak berdaya, dan gelisah. 

Salah satunya karena minimnya aktivitas bermain aktif yang dilakukan anak-anak. Salah satu aktivitas yang paling sering anak-anak lakukan adalah bermain dan berolahraga tanpa perlu takut terhadap bau dan keringat. 

Lantas, apa saja manfaat beraktivitas di luar ruangan bagi anak-anak? 

Baca Juga: 12 Manfaat Berenang bagi Tubuh yang Tak Bisa Diremehkan

Manfaat bermain di luar ruangan bagi anak-anak 

Manfaat anak bermain di luar ruangan dapat mengembangkan sensory play-nya.

Dirangkum dari keterangan resmi SoKlin Softerner dan nidirect government services UK, ada beberapa manfaat beraktivitas di luar ruangan bagi-anak: 

1. Pentingnya sensory play

Penting bagi anak untuk melakukan aktivitas yang dapat memberikan stimulasi pada seluruh panca indra, yaitu peraba (kulit), penglihatan (mata), pendengaran (telinga), penciuman (hidung), dan sebagainya. 

Baca Juga: 5 Tanda Anak Remaja Sedang Stres, Begini Cara Membantunya dengan Tepat

Menurut Psikolog Anak dan Keluarga sekaligus Praktisi Play Therapy, Irma Gustiana, semua peralatan mahal dan mainan pabrikan tidak dapat menggantikan pengalaman keterlibatan langsung dengan alam (sensory processing).

Seperti kilau sinar matahari melalui dedaunan atau air, suara dan gerakan tumbuhan dan pohon yang tertiup angin, tampilan dan nuansa sarang laba-laba, pemandangan kupu-kupu, semut atau serangga lainnya. 

Selain itu, bermain di luar ruangan dan beraktivitas fisik juga dapat menstimulasi hormon bahagia seperti dopamin, serotonin, oksitosin, dan endorfin yang penting untuk pertumbuhan anak. 

Baca Juga: Tabel Kadar Gula Darah Normal Berdasar Usia, Waspadai Ciri-Ciri Diabetes

2. Manfaat berkeringat bagi anak 

Tak hanya itu, keringat yang keluar akibat aktivitas fisik juga bisa berdampak positif pada tumbuh kembang anak secara fisik dan mental. 

Menurut Mayo Clinic, manfaat berkeringat adalah mengeliminasi paparan BPA yang memiliki efek otak dan perilaku serta peningkatan tekanan darah. 

Berkeringat adalah metode alami tubuh untuk menghilangkan kadar logam berat dalam tubuh (Studi di China, 2016), mengeluarkan bakteri dari dalam tubuh (penelitian tahun 2015), dan meminimalisir kecemasan dan depresi (American Psychiatric Association).

Baca Juga: Waspada! Ini 7 Tanda Anda Kecanduan Seks, Apa Saja?

3. Lebih mudah masuk ke perguruan tinggi 

Selanjutnya, anak yang beraktivitas fisik rutin juga berpotensi untuk lebih mudah masuk ke perguruan tinggi. 

Beraktivitas fisik minimal 30 menit mengeluarkan hormon baik yang membuat anak relaks sehingga membantu menurunkan stres juga meningkatkan pertumbuhan otak (hippocampus) & daya konsentrasi.

Baca Juga: Cara Mencegah Darah Tinggi Agar Terhindar Dari Stroke, Serangan Jantung

Menurut Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, M.Psi, anak usia 9-10 tahun yang kondisi tubuhnya fit mampu mengerjakan tes/ulangan lebih baik. 

Sementara bagi orang yang melakukan latihan fisik secara rutin akan lebih mudah masuk ke perguruan tinggi. Hal ini berhubungan dengan kecepatan reaksi atau merespon sesuatu. 

Misalnya, respon dalam menjawab pertanyaan guru di kelas dari anak-anak yang melakukan latihan fisik rutin lebih cepat dari anak-anak yang tidak melakukan latihan fisik secara rutin. 

Baca Juga: Stabilkan Glukosa Darah, Berikut Manfaat Sarapan guna Memulai Aktivitas Sehari-hari

4. Mengembangkan kepadatan tulang 

Dirangkum dari laman nidirect government service UK, anak-anak dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran mereka melalui permainan di luar ruangan dan aktivitas fisik. 

Misalnya, lari dan kejar-kejaran dapat mengembangkan kebugaran jasmani, kelincahan, dan stamina anak. Sementara, melompat juga bisa mengembangkan kepadatan tulang dan keseimbangan tubuh.  

Baca Juga: Mudah, Cara Menjaga Berat Badan Tetap Ideal, Ini Cara Menghitungnya!

5. Bagus untuk kesehatan mata 

Berada di luar ruangan baik untuk kesehatan mata. Menghabiskan waktu di luar ruangan dapat mengurangi rabun jauh (miopia) pada anak-anak dan remaja.

6. Meningkatkan rasa percaya diri anak 

Manfaat bermain di luar ruangan juga dapat meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian, dan harga diri mereka. Anak-anak juga menjadi sadar akan batasan dan tantangan saat bermain di luar ruangan.

Baca Juga: Waspadai Moms! Inilah Dampak Kurang Tidur pada Perkembangan Otak Anak

7. Mencegah kegemukan dan diabetes 

Manfaat bermain di luar ruangan atau beraktivitas fisik juga bisa mencegah kegemukan, diabetes tipe 2, penyakit jantung, bahkan kanker. 

Anak usia pra-sekolah yang dapat berjalan secara mandiri perlu melakukan aktivitas fisik minimal tiga jam setiap hari. Sementara, anak-anak berusia antara 5 hingga 18 tahun perlu melakukan aktivitas berat setidaknya satu jam setiap hari.

Baca Juga: Latihan Motorik Penting Bagi Perkembangan Anak, Ini Penjelasannya

Tips ajak anak bermain di luar ruangan

Manfaat bermain di luar ruangan bagi anak-anak adalah mencegah kegemukan dan diabetes.

Vera memberikan tips dalam melibatkan anak bermain di luar ruangan, di antaranya: 

  • Jadwalkan 3x sehari masing-masing selama 15 menit
  • Jadwalkan kunjungan rutin ke alam
  • Perkenalkan anak pada permainan tradisional
  • Tidak terlalu banyak larangan dari orang tua dan orang tua harus paham bahwa berkeringat itu baik

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Pengertian & Gejala Umum Mental Illness

Kampanye Berkeringat Itu Asik

SoKlin Softener pun mengajak masyarakat, termasuk anak-anak untuk kembali bebas bergerak dan beraktivitas, terutama setelah terkurung pandemi. Hal itu dilakukan melalui kampanye "Berkeringat Itu Asik".

Brand Manager SoKlin Softener WINGS Group Indonesia,  Andrico Immanuel, mengatakan kampanye tersebut dibuat lantaran ada banyak keluarga dan anak-anak di masa pandemi terkungkung di rumah. 

Baca Juga: Cegah Stunting Anak dan Contoh Menu MPASI sesuai Usia Anak

"Hal itu membuat kami tergerak mengadakan kampanye Berkeringat Itu Asik! Karena pandemi sudah berangsur-angsur membaik, dan pemerintah sudah mengizinkan banyak kegiatan di luar ruangan, kami mengadakan roadshow ke puluhan sekolah dan komunitas yang ada di Jakarta dan Bandung untuk mengedukasi para orang tua dan anak untuk mau berkeringat dan beraktivitas di luar ruangan," ungkapnya. 

Pihaknya pun mengajak narasumber pakar seperti dokter dan psikolog untuk turut mengedukasi orang tua akan pentingnya berkeringat. 

Demikian penjelasan mengenai manfaat bermain atau beraktivitas di luar ruangan bagi anak-anak yang perlu diperhatikan oleh orang tua. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM) Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×