6 Jurus Satgas Covid-19 untuk antisipasi lonjakan kasus pasca Lebaran

Senin, 14 Juni 2021 | 04:30 WIB   Reporter: Ratih Waseso
6 Jurus Satgas Covid-19 untuk antisipasi lonjakan kasus pasca Lebaran

ILUSTRASI.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasca libur Lebaran terlihat adanya kenaikan kasus aktif Covid-19. Beberapa daerah bahkan menunjukkan adanya lonjakan kasus seperti di Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Jawa Timur.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ganip Warsito menekankan enam strategi guna mengendalikan kenaikan kasus usai Lebaran.

Pertama, Ganip menekankan adanya pengoptimalan 3K yaitu komunikasi, koordinasi dan kolaborasi khususnya dalam konteks konsep pentahelix dalam pengendalian Covid-19.

"Memastikan kerjasama pusat sampai ke daerah berjalan dengan baik, kerjasama mulai dari Gubernur, Bupati, Walikota sampai jalur koordinasi RT/RW dioptimalkan dengan bantuan TNI dan Polri. Perlu juga kita menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda untuk mengajak pendisiplinan prokes kepada masyarakatnya," jelas Ganip dalam Konferensi Pers Satgas Covid-19 terkait Kesiapan Antisipasi Kasus Pasca Libur Lebaran secara virtual, Minggu (13/6).

Baca Juga: Antisipasi kenaikan kasus Covid-19 Jakarta dan sekitarnya, tower 8 Wisma Atlet dibuka

Kedua, peningkatan penegakan disiplin protokol kesehatan dan pembatasan mobilitas dan aktivitas penduduk. Di mana pemerintah daerah dalam hal ini Satgas Covid-19 daerah dan aparat keamanan harus terus mengawal berjalannya protokol kesehatan 3M di masyarakat.

Tak hanya itu, penegakan disiplin melalui operasi-operasi yustisi di beberapa daerah yang berstatus zona merah juga harus ditingkatkan.

"Pembatasan aktivitas seperti hajatan, wisata religi, kunjungan-kunjungan tradisi, kemudian kegiatan sosial hendaknya perlu diketatkan," ujar Kepala BNPB tersebut.

Ketiga, meningkatkan jumlah pemeriksaan testing dan memasifkan kegiatan tracing. Guna memastikan jumlah pemeriksaan testing bertambah dan kegiatan tracing dilakukan maksimal untuk menjaring pasien terinfeksi termasuk yang tidak bergejala.

Keempat, memastikan ketersediaan tempat tidur (TT) Rumah Sakit, obat, alat kesehatan dan memaksimalkan fungsi karantina terpusat posko daerah.

Ganip juga menekankan, pemerintah daerah harus memastikan kecukupan sumber daya tenaga kesehatan, alat kesehatan dan obat-obatan, jika diperlukan melakukan konversi untuk tempat tidur non Covid-19 untuk menjadi tempat tidur isolasi dan ICU Covid-19.

"Hal ini sedang dilakukan pemerintah daerah mengevaluasi agar ketersediaan TT ini dan sudah diinstruksikan untuk mengonversi itu sampai dengan 30% sampai 40%. Selain itu perlu memaksimalkan juga fasilitas karantina terpusat posko daerah level kelurahan/desa sebagai tempat isolasi mandiri suspect Covid-19," imbuhnya.

Baca Juga: Rekrutmen kader kesehatan dan relawan kebencanaan perlu lebih disiapkan

Selain itu, Ganip juga memaparkan perlu juga dilakukan seleksi pasien di tingkat Puskesmas sesuai dengan derajat tingkat gejala Covid-19 yang di derita.

Kelima, memperketat pelaksanaan PPKM Mikro, dengan pengoptimalkan peran posko dan monitoring evaluasi data kasus positif, yang akan nantinya bisa digunakan menyusun strategi pengendalian kasus di beberapa daerah.

"Setiap daerah harus melaksanakan pemantauan rutin data-data jumlah kasus aktif, kematian, kesembuhan dan persentase BOR dan isolasi termasuk juga pengendalian mobilitas penduduk, guna menyusun strategi pengendalian kasus berdasarkan data yang ada," imbuhnya.

Ia menegaskan, memaksimalkan peran posko PPKM Mikro untuk pengendalian sangat penting. Pihaknya telah menginstruksikan untuk pemberdayaan intensifikasi posko PPKM Mikro mulai dari tingkat desa sampai ke dengan tingkat pusat.

Keenam, mulai mengantisipasi kenaikan kasus pada periode libur Idul Adha yang akan datang. Menjelang Idul Adha, Ia mengatakan perlu mengantisipasi meningkatnya potensi penularan Covid-19 yang disebabkan peningkatan mobilitas penduduk.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Minggu (13/6): Tambah 9.868 kasus, ingat jaga jarak

Terutama di pusat perbelanjaan, tempat wisata, kegiatan kunjungan keluarga, serta kerumunan penonton prosesi penyembelihan kurban dan lain sebagainya.

"Ini harus sedini mungkin kita antisipasi agar tidak menimbulkan lonjakan-lonjakan yang lebih memperparah dari kondisi sekarang," tegasnya.

Tak henti Ganip terus mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, bahkan ketika masyarakat sudah menjalani vaksinasi.

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Yudho Winarto
Tag
Terbaru