kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

12 Cara Alami Mengobati Asam Urat, Tak Peru Minum Obat Kimia


Senin, 31 Juli 2023 / 04:31 WIB
ILUSTRASI. Penyakit asam urat sangat mengganggu. Asam urat adalah produk limbah yang terbentuk dari pemecahan purin.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyakit asam urat sangat mengganggu. Asam urat adalah produk limbah yang terbentuk dari pemecahan purin. Purin sendiri adalah zat yang dapat ditemukan secara alami di dalam tubuh dan dalam makanan. 

Beberapa makanan yang mengandung purin tinggi, yakni: 

- Jeroan 

- Ikan sarden 

- Ikan makarrel 

- Kerang 

- Kepiting 

- Makanan yang diawetkan 

- Sayuran tertentu seperti asparagus 

- Makanan yang mengandung alkohol 

Baca Juga: Bisa menurunkan berat badan, ini sederet manfaat minum air hangat untuk kesehatan

Di samping itu, beberapa gangguan kesehatan tertentu juga dapat membuat kadar asam urat tinggi (hiperurisemia), seperti penyakit ginjal, diabetes, hipotiroidisme, beberapa jenis kanker, dan psoriasis. 

Dilansir dari WebMD, pada kadar normal, asam urat dalam darah seharusnya tidak akan menimbulkan masalah. Kadar asam urat normal pada laki-laki pada umumnya yakni di bawah 7 mg/dL. Sedangkan kadar asam urat normal pada wanita adalah di bawah 6 mg/dL. 

Baca Juga: Ini buah dan sayur yang baik dikonsumsi para penderita diabetes melitus

Jika kadar asam urat dalam darah melebihi ambang normal, hal itu bisa menyebabkan penyakit asam urat atau gout. Penyakit asam urat bisa mengakibatkan nyeri sendi akibat adanya kristal asam urat yang menumpuk. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×