kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.664
  • SUN103,07 -0,13%
  • EMAS601.968 0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Ini daftar mitos diet yang menyesatkan

Jumat, 15 September 2017 / 12:12 WIB

Ini daftar mitos diet yang menyesatkan
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - Jalan menuju berat badan ideal memang tak semulus jalur sutera. Maka tak mengejutkan apabila banyak orang yang mencoba mengambil jalan pintas dengan harapan dapat mempercepat hasil yang diinginkan.

Tetapi, beberapa cara diet populer yang sering dilakukan ternyata tidak semuanya baik bagi kesehatan. Bahkan banyak yang dapat membahayakan tubuh. Berikut ini adalah 7 mitos diet yang sebenarnya salah dan tak perlu lagi Anda percayai.

1. Tidak sarapan bikin berat badan turun

Salah. Berat badan memang akan turun saat Anda sesekali tidak sarapan. Tapi, beberapa kilo yang hilang ini bukan berasal dari timbunan lemak tubuh, melainkan dari otot — yang merupakan metode penurunan berat badan yang tidak ideal.

Kehilangan massa otot adalah faktor yang dapat menyebabkan Anda lebih mudah lelah dan cepat lapar sepanjang hari. Oleh karena itu, melewatkan sarapan dapat membuat Anda cenderung membalasnya dengan makan porsi banyak dan berkalori tinggi saat jam makan siang tiba. Jika dilakukan terus-terusan, cara diet ini justru berisiko menambah beberapa angka di timbangan Anda.

Orang yang terbiasa sarapan justru dilaporkan memiliki kesehatan tubuh secara umum yang lebih baik, serta lebih mampu menjaga berat badannya dibandingkan dengan orang yang tidak sarapan pagi. Sarapan dapat membantu Anda mengendalikan rasa lapar di siang harinya dan mencegah Anda untuk mengemil makanan ringan yang tidak sehat.

2. Pantang makan karbohidrat

Salah. Mengurangi karbohidrat adalah salah satu strategi diet yang banyak dipakai. Cara ini tidak hanya efektif untuk menurunkan berat badan tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan meski Anda sudah memiliki berat badan yang sehat. Tapi, jangan serta merta menghilangkan asupan karbohidrat sama sekali dari menu makan Anda.

Bagaimanapun juga, karbohidrat akan diolah menjadi energi yang dipakai tubuh untuk menjani segala fungsinya untuk membantu Anda beraktivitas tanpa hambatan. Sejatinya, prinsip diet rendah karbohidrat bukanlah menghindari karbohidrat sama sekali, hanya menghindari asupan karbohidrat sederhana terlalu banyak.

Pada umumnya, orang dewasa yang sehat dianjurkan mengonsumsi karbohidrat sekitar 300-400 gram per hari. Saat menjalani diet, asupan karbohidrat dapat dikurangi setengahnya atau sekitar 150-200 gram. Terlalu sedikit asupan karbohidrat akan menurunkan metabolisme dan dapat menghilangkan massa otot.

Yang terpenting adalah jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh, bukan jumlah karbohidratnya. Jadi apabila Anda sudah mengurangi asupan karbohidrat tetapi tidak mengurangi asupan lemak, maka jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh Anda tetap saja banyak dan dapat meningkatkan berat badan Anda. Penurunan asupan karbohidrat juga harus diimbangi dengan asupan protein dan serat yang mencukupi.

Ganti asupan karbohidrat sederhana Anda (misal, nasi putih, roti putih, pasta terigu) dengan sumber karbohidrat kompleks dari gandum utuh. Juga tukar sebagian besar jumlah karbohidrat yang dikurangi dengan mengonsumsi berbagai protein yang berasal dari daging, ikan, telur, serta kacang-kacangan. Untuk mempertahankan rasa kenyang, konsumsilah sayuran dan buah serta sumber lemak yang sehat dari olahan susu, minyak kelapa, dan mentega.

3. Makanan bebas lemak pasti baik bagi tubuh

Salah. Mengonsumsi makanan dengan label rendah lemak (low-fat) atau bebas lemak (fat-free) tidak bisa dijadikan kunci utama diet Anda. Pasalnya,makanan berlabel low-fat tidak selalu benar rendah lemak.

Kandungan lemak hewani asli pada makanan atau minuman ini telah diganti dengan lemak yang berasal dari tumbuhan, yang pada dasarnya berjenis lemak tidak jenuh. Ketika lemak nabati melewati proses pengolahan, lemak ini akan terhidrogenasi yang mengubahnya menjadi lemak trans yang sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh. Lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol dan risiko terkena penyakit jantung.

Tubuh tetap membutuhkan asupan lemak sebagai sumber energi, perbaikan jaringan, dan mengangkut vitamin A, D, E, dan K. Setiap harinya, seorang laki-laki membutuhkan minimal 40 gram lemak dan perempuan membutuhkan minimal 30 gram lemak.

Anda tidak harus makan makanan yang bebas lemak, tetapi Anda hanya perlu mengurangi konsumsi lemak jenuh, seperti mentega, daging, dan makanan olahan. Konsumsilah lebih banyak lemak tak jenuh, seperti kacang-kacangan, ikan, dan alpukat.

4. Sengaja menahan lapar lebih efektif menurunkan berat badan

Salah. Sengaja melaparkan diri untuk diet mungkin bisa berhasil dalam jangka pendek, namun pada akhirnya cara ini dapat menghambat penurunan berat badan Anda. Melewatkan makan selama berjam-jam dapat menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak massa otot dibandingkan lemak.

Hilangnya jaringan otot ini menyebabkan penurunan tingkat metabolisme tubuh, sehingga mengurangi jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. Apabila jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh tetap sama, maka kelebihan kalori tersebut dapat meningkatkan berat badan Anda. Hal ini menjelaskan mengapa olahraga juga dianjurkan dalam rencana penurunan berat badan untuk membangun otot dan mempertahankan tingkat metabolisme Anda.


Reporter: kompas.com
Editor: Dessy Rosalina

KESEHATAN

Berita terbaru Kesehatan

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
26 March 2018 - 27 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]