Work from home juga bisa bikin burnout, ini tanda-tanda dan cara mengatasinya

Selasa, 06 Oktober 2020 | 14:15 WIB   Reporter: Tiyas Widya Septiana
Work from home juga bisa bikin burnout, ini tanda-tanda dan cara mengatasinya

ILUSTRASI. Work from home juga bisa bikin burnout, ini tanda-tanda dan cara mengatasinya. KONTAN/Muradi

KONTAN.CO.ID -  Work from home (WFH) menjadi sebuah sistem yang muncul semenjak pandemi muncul. Bekerja di rumah dilakukan agar penularan virus Covid-19 bisa ditekan. 

Bagi sebagian orang WFH menjadi hal yang menyenangkan. Anda bisa lebih santai tanpa dikejar-kejar jam masuk kantor. 

Waktu dengan keluarga menjadi lebih banyak karena tidak harus bekerja di luar rumah. Padahal ada bahaya yang mengintai sistem kerja ini.

Banyak orang menganggap WFH jauh dari kata stres dan kelelahan. Nyatanya pekerja bisa mengalami burnout meski sedang WFH. 

Melansir dari laman resmi WHO, burnout adalah sindrom yang muncul karena stres selama bekerja. Stres tersebut tidak tertangani secara baik sehingga mengganggu pekerja. 

Baca juga: Inilah perbandingan pesangon di Omnibus Law Cipta Kerja dengan UU 13/2003 

Penyebab burnout

Kelelahan selama WFH terjadi karena seseorang tidak bisa memisahkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. 

Menurut Andrew Schwehm, ahli psikologis klinis, dikutip dari The Muse, banyak orang kesulitan membagi waktu saat WFH. 

cara mengatasi burnout

Kehidupan kerja dan pribadi yang menjadi satu membuat banyak pekerja kebingungan memisah nya. 

Terkadang mereka bekerja lebih dari 8 jam karena kesulitan menentukan jam kerja. Kebiasaan ini lambat laun berefek pada tubuh dan pikiran. Burnout akan muncul jika kebiasaan ini tidak teratasi. 

Tanda-tanda burnout

Melansir dari Forbes (29/03/2020), ada tanda-tanda burnout yang bisa dilihat. Pekerja akan lebih sukar berkonsentrasi saat bekerja. 

Mereka juga lebih sulit menangkap informasi yang disampaikan. Pekerja cenderung mengindari pekerjaan. 

Tidak jarang karyawan terlambat mengikuti rapat online. Pekerjaan mereka juga sering tertunda atau telat. 

Efek burnout selama WFH membuat performa kerja menurun. Kualitas pekerjaan karyawan tidak sebaik biasanya. 

Editor: Tiyas Septiana


Terbaru