kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

WHO: Mikroplastik dalam air minum menimbulkan risiko rendah bagi kesehatan


Kamis, 22 Agustus 2019 / 09:05 WIB
ILUSTRASI. Kesehatan minum air


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Alice Horton, peneliti mikroplastik di Pusat Oseanografi Nasional Inggris, mengatakan, memang tidak ada data yang tersedia untuk menunjukkan bahwa mikroplastik menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia. Namun, ini tidak selalu berarti mikroplastik tidak berbahaya.

"Penting untuk menaruh perhatian tentang paparan mikroplastik dari air minum ke dalam konteks, manusia banyak terpapar mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari melalui sejumlah besar sumber, di mana air minum hanya satu satunya," ucap Horton.

Baca Juga: Manfaatkan genom alpukat, kualitas panen bisa meningkat

Hanya, penelitian WWF International yang rilis Juni lalu mengungkapkan, polusi plastik begitu meluas di lingkungan sehingga sesorang bisa menelan lima gram seminggu, setara dengan satu kartu kredit. Studi itu bilang, sumber terbesar konsumsi plastik adalah air minum, tetapi asal utama lainnya adalah kerang.

WHO menambahkan, ancaman kesehatan terbesar dalam air adalah dari mikroba patogen termasuk dari limbah manusia dan ternak yang masuk ke sumber air. Ini yang menyebabkan penyakit diare yang mematikan, terutama di negara-negara miskin yang tidak memiliki sistem pengolahan air.

Sekitar dua miliar orang minum air yang terkontaminasi tinja dan menyebabkan hampir satu juta kematian setiap tahun. "Itu harus menjadi fokus para regulator di seluruh dunia," tegas Gordon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×