Penyakit Menular

Waspada Klaster Keluarga Kasus Covid-19 Pasca Momentum Lebaran

Jumat, 28 Mei 2021 | 12:17 WIB   Reporter: Anastasia Lilin Y
Waspada Klaster Keluarga Kasus Covid-19 Pasca Momentum Lebaran

ILUSTRASI. Salah satu klaster Covid-19 berasal dari pelaku perjalanan yang positif Covid-19 dari Jakarta di Klaten, Cianjur, Pati, Bogor dan Cilacap. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/aww.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Khawatiran penambahan jumlah kasus positif Covid-19 terkait dengan momentum Lebaran menjadi kenyataan. Satgas Penanganan Covid-19 telah memantau potensi perluasan sebaran kasus penularan Covid-19 pasca Idul Fitri tahun 2021 yang bisa menyebabkan munculnya klaster di kalangan keluarga.

Salah satunya berasal dari pelaku perjalanan yang positif Covid-19 dari Jakarta di Klaten, Cianjur, Pati, Bogor dan Cilacap. Ada pula klaster halal bihalal di Jakarta serta klaster ibadah tarawih di Banyumas, Pati, Malang dan Banyuwangi.

Dengan ditemukannya beberapa klaster itu, Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat berhati-hati. "Karena potensi klaster keluarga bisa muncul akibat importasi kasus dari luar wilayah kediaman," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dikutip dari pemberitaan di situs resmi Satgas Covid-19, Rabu (26/5).

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Kamis (27/5): Tambah 6.278 kasus, tetap disiplin 5M

Satgas Penanganan Covid-19 berharap pemerintah daerah mengoptimalkan peran pos komando (posko) yang memiliki fungsi pengendalian Covid-19 di tingkat komunitas. Posko-posko itu mestinya juga dapat lebih bersifat antisipatif dan tepat sasaran. Posko memiliki peran penting yakni melakukan skenario pengendalian sesuai status zonasi tingkat RT masing-masing.

Jika RT berstatus zona merah atau memiliki kasus lebih dari lima rumah, mikro lockdown harus diterapkan. Posko juga harus secara ketat mengawasi ketat warga yang melakukan isolasi mandiri, menemukan suspek, melacak kontak erat serta menutup tempat umum termasuk rumah ibadah kecuali yang termasuk sektor esensial. 

Tak kalah penting, posko mesti melarang perkumpulan lebih dari tiga orang, meniadakan kegiatan sosial serta menetapkan peraturan keluar masuk wilayah maksimum pukul 20.00 WIB waktu setempat. "Masyarakat diharapkan terus mempertahankan kehati-hatian dengan protokol kesehatan yang ketat," pesan Wiku.

Baca Juga: Wamenkes: Ruang perawatan mencukupi untuk antisipasi lonjakan kasus Covid-19

Karena kasus positif Corona masih terus bertambah, pemerintah meminta masyarakat memiliki tanggung jawab sendiri dan kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat harus selalu menerapkan perilaku 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas.

Hingga Kamis (27/5), terdapat tambahan 6.278 kasus baru yang terinfeksi Virus Corona di Indonesia. Total kasus kemudian menjadi 1.797.499 kasus positif Corona.

Sementara jumlah kesembuhan dari kasus Corona bertambah 3.924 orang sehingga total menjadi sebanyak 1.649.187 orang. Lalu kematian akibat Virus Corona di Indonesia bertambah 136 orang sehingga total menjadi sebanyak 49.907 orang.

Untuk lingkup global, total kasus Covid-19 mencapai 169 juta. Jumlah kematian tembus angka 3,5 juta.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: Epidemiolog: Masyarakat sebaiknya bawa masker cadangan ketika bepergian

 

Editor: Anastasia Lilin Yuliantina
Terbaru