Tetap bijak berolahraga kendati kasus Covid-19 terus melandai

Jumat, 19 November 2021 | 10:20 WIB   Reporter: Filemon Agung
Tetap bijak berolahraga kendati kasus Covid-19 terus melandai

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus Covid-19 yang terus melandai di Indonesia membuat aktivitas olahraga mulai kembali dilakukan masyarakat.

Epidemiolog dari Griffith University di Australia Dicky Budiman mengungkapkan, kegiatan olahraga selama masa pandemi Covid-19 memang penting. Akan tetapi, masyarakat harus tetap bijak dalam berolahraga.

Jika memilih aktivitas olahraga di luar ruangan maka sebaiknya tetap menghindari lokasi yang ramai terlebih jika memutuskan untuk melepaskan masker saat berolahraga. Selain itu, jenis olahraga yang rawan sentuhan fisik sebaiknya diminimalisir.

"Selain jenis olahraga, harus sesuaikan dengan skala penularan di lokasi," kata Dicky kepada Kontan, Kamis (18/11).

Baca Juga: Kasus Covid-19 melandai, protokol kesehatan di industri perhotelan perlu dibenahi

Dicky mengungkapkan, masyarakat pun sebaiknya memastikan bahwa rekan yang akan berolahraga bersama telah menerima vaksin penuh. hal ini untuk meminimalisir dampak penularan.

Menurutnya, penularan virus Covid-19 terjadi dalam tiga kesempatan yakni sebelum berolahraga, saat berolahraga dan sesudah berolahraga.

Penyebaran Covid-19 sebelum olahraga umumnya terjadi ketika masyarakat menggunakan fasilitas umum yang ada seperti loker ganti pakaian. Kemudian saat berolahraga, banyak masyarakat kerap abai dan tidak bisa menjaga jarak dengan orang yang belum dipastikan statusnya.

Fase ketiga adalah, saat usai berolahraga dimana masyarakat mungkin saja menggunakan barang bersama seperti botol air minum.

Dicky menambahkan, ketika memilih olahraga dalam ruangan seperti sarana kebugaran maka masyarakat perlu memastikan lokasi tersebut menerapakan protokol kesehatan secara ketat.

Hal ini pun juga dinilai perlu jadi catatan bagi pemerintah. Pemerintah bertanggung jawab untuk memverifikasi status sarana olahraga apakah sudah sesuai dengan standar atau belum.

"Pemerintah perlu melakukan verifikasi dan juga dilakukan evaluasi secara berkala," pungkas Dicky.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

 

Selanjutnya: Nilai transaksi uang elektronik naik 55% hingga Oktober 2021

Editor: Anna Suci Perwitasari
Terbaru