Tips Sehat

Tertarik dengan sirtfood diet? Kenali dulu seluk-beluknya

Rabu, 05 Agustus 2020 | 15:47 WIB   Reporter: Belladina Biananda
Tertarik dengan sirtfood diet? Kenali dulu seluk-beluknya

ILUSTRASI. Stroberi jadi salah satu makanan sirtfood diet.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Banyak orang yang tertarik dengan sirtfood diet. Berbeda dari jenis diet lain yang menghindari cokelat, sirtfood diet justru membolehkan Anda untuk mengonsumsi cokelat.

Pembuat sirtfood diet mempromosikan jenis diet ini bisa menyusun gen langsing dalam tubuh.

Bersumber dari Healthline, sirtfood diet berangkat dari penelitian terhadap sirtuin. Sirtuin adalah tujuh protein dalam tubuh dengan fungsi masing-masing, seperti mengatur metabolisme dan inflamasi.

Beberapa jenis makanan bisa meningkatkan jumlah protein-protein dalam sirtuin. Karena hal itu, dietnya dinamai dengan sirtfood diet.

Healthline menyebutkan, ada 20 makanan yang termasuk dalam sirtfood. Beberapa di antaranya adalah kale, anggur merah, stroberi, bawang merah, kedelai, peterseli, dan teh hijau.

Baca Juga: Ampuh! Inilah cara menghilangkan sakit gigi dalam 5 menit

Sirtfood diet menggunakan sumber makanan itu dan mengkombinasikannya dengan pembatasan asupan kalori. Pembuat sirtfood diet mengatakan, jenis diet ini bisa menurunkan berat badan dengan cepat, menjaga massa otot, dan mencegah penyakit kronis.

Hanya, mengutip Healthline, belum ada banyak bukti untuk mempercayai sirtfood diet. Sejauh ini, belum ada bukti yang menunjukkan, sirtfood diet lebih efektif menurunkan berat badan dari jenis diet lain yang membatasi asupan kalori.

Meski makanan yang termasuk dalam sirtfood diet memiliki banyak kandungan bermanfaat, belum ada penelitian jangka panjang yang memperlihatkan sirtfood memberikan manfaat pada kesehatan secara nyata.

Melansir Healthline, Sirtfood Diet Book melaporkan hasil penelitian yang melibatkan pembuat diet dan 39 pasrtisipan lainnya. Setelah satu minggu mengikuti sirtfood diet, rata-rata partisipan menurunkan badan sebanyak 3,2 kg.

Masalah dari penelitian itu adalah tidak ada penelitian lebih lanjut setelah masa penelitian selesai. Berat badan partisipan bisa saja kembali naik setelah itu.

Baca Juga: Cara menaikkan imun tubuh yang harus Anda lakukan

Saat kekurangan energi, tubuh akan menggunakan cadangan energi atau glikogen untuk membakar lemak. Tiap molekul glikogen membutuhkan 3-4 molekul air untuk disimpan.

Nah, saat semua glikogen dipakai, air juga bisa hilang. Hal itu disebut dengan water weight.

Pada minggu pertama pembatasan kalori dari sirtfood diet, hanya satu per tiga penurunan berat badan dari lemak. Dua per tiga lainnya berasal dari air, otot, dan glikogen.

Saat asupan kalori meningkat, tubuh akan mengembalikan kondisi glikogen sehingga berat badan kembali naik.

Pembatasan kalori seperti itu bisa membuat metabolisme tubuh menurun. Anda menjadi lebih sedikit membutuhkan kalori untuk energi dibanding sebelumnya.

Menurut Healthline, sirtfood diet bisa membuat berat badan turun dengan cepat. Namun, saat diet berhenti dilakukan, Anda kembali mendapat berat badan semula.

Baca Juga: Bunga belimbing wuluh, obat herbal yang ampuh meredakan batuk, begini meraciknya

Editor: Belladina Biananda


Terbaru