Tanpa obat dan operasi, ini cara menambah tinggi badan anak-anak dan remaja

Selasa, 07 September 2021 | 10:31 WIB Sumber: Kompas.com
Tanpa obat dan operasi, ini cara menambah tinggi badan anak-anak dan remaja

ILUSTRASI. Tanpa obat dan operasi, ini cara menambah tinggi badan anak-anak dan remaja


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kenali cara menambah tinggi badan anak-anak dan remaja. Cara menambah tinggi badan ini bisa menjadi bekal bagi para orang tua agar bisa membantu pertumbuhan buah hati. 

Cara menambah tinggi badan anak-anak dan remaja ini bisa dilakukan secara alami. Dengan demikian, orang tua tidak perlu takut dengan efek samping yang kemungkinan terjadi dari cara menambah tinggi badan anak tersebut.

Faktor utama yang mempengaruhi tinggi badan seseorang adalah susunan genetik mereka. Namun, banyak faktor lain yang dapat memengaruhi tinggi badan selama perkembangan, termasuk nutrisi, hormon, tingkat aktivitas, dan kondisi medis.

Para ilmuwan percaya bahwa susunan genetik, atau DNA, bertanggung jawab atas sekitar 80 persen tinggi badan seseorang. Ini berarti orang yang tinggi cenderung memiliki anak yang juga tumbuh menjadi tinggi. Orang biasanya tumbuh sampai mereka mencapai usia 18 tahun.

Melansir dari Medical News Today, orang tidak dapat mengontrol sebagian besar faktor yang mempengaruhi tinggi badan mereka. Hal ini karena ditentukan oleh DNA yang tidak dapat mereka ubah.

Namun, beberapa faktor dapat memengaruhi tinggi seseorang ketika masa pertumbuhan. Anak-anak dan remaja yang sedang tumbuh dapat melakukan beberapa cara untuk memaksimalkan tinggi badan mereka saat dewasa.  Berikut beberapa cara untuk menambah tinggi badan anak-anak dan remaja:

1. Memastikan nutrisi yang baik

Cara pertama menambah tinggi badan anak-anak dan remaja adalah memastikan kecukupan nutrisi. Nutrisi memainkan peran yang sangat penting dalam pertumbuhan. Anak tanpa gizi yang baik belum tentu setinggi anak dengan gizi yang cukup.

Ahli gizi merekomendasikan agar anak-anak dan remaja makan makanan yang bervariasi dan seimbang dengan banyak buah dan sayuran. Ini akan memastikan bahwa mereka mendapatkan semua vitamin dan mineral yang mereka butuhkan untuk berkembang. Protein dan kalsium sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan tulang.

Beberapa makanan kaya protein yang bisa memacu pertumbuhan dan peninggi badan antara lain sebagai berikut:

  • daging
  • unggas
  • makanan laut
  • telur
  • polong-polongan
  • kacang-kacangan dan biji-bijian

Beberapa makanan kaya kalsium yang penting sebagai peninggi badan meliputi:

  • yogurt
  • susu
  • keju
  • Brokoli
  • kubis
  • kedelai
  • jeruk
  • ikan sarden
  • ikan salmon

Memastikan nutrisi yang baik selama kehamilan juga penting untuk kesehatan tulang dan pertumbuhan janin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar wanita hamil mengonsumsi berbagai makanan, termasuk sayuran hijau, daging, ikan, kacang-kacangan, produk susu yang dipasteurisasi, dan buah-buahan. 

Baca juga: Semakin mudah, ini lokasi dan syarat vaksin Covid-19 Moderna & Pfizer di Jakarta

2. Tidur yang cukup

Cara kedua menambah tinggi badan anak-anak dan remaja adalah memastikan waktu tidur yang cukup. Tidur meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak dan remaja.

Selama tidur nyenyak, tubuh melepaskan hormon yang dibutuhkan untuk tumbuh. Karena itu, mendapatkan tidur yang cukup memungkinkan pertumbuhan yang optimal.

3. Berolahraga secara teratur

Cara ketiga menambah tinggi badan anak-anak dan remaja adalah berolahraga secara teratur. Olahraga teratur juga penting untuk perkembangan fisik yang normal. Bermain di luar atau berolahraga misalnya, bisa membuat tulang lebih sehat, lebih padat, dan lebih kuat.

Faktor apa saja yang mempengaruhi tinggi badan?

  • Bayi dan anak-anak tumbuh terus-menerus.

Ini karena perubahan lempeng pertumbuhan di tulang panjang lengan dan kaki mereka. Saat lempeng pertumbuhan membuat tulang baru, tulang menjadi lebih panjang, dan anak menjadi lebih tinggi.

  • Orang tumbuh paling cepat dalam 9 bulan pertama kehidupan, sebelum dilahirkan.

Setelah lahir, pertumbuhan akan melambat. Begitu seorang anak berusia 8 tahun, mereka akan tumbuh rata-rata 5,5 sentimeter (cm) per tahun. Konon, remaja akan mengalami “percepatan pertumbuhan” sekitar masa pubertas. Setelah ini, lempeng pertumbuhan berhenti membuat tulang baru dan orang tersebut akan berhenti tumbuh.

  • Tangan dan kaki berhenti tumbuh terlebih dahulu, lalu lengan dan kaki.

Area terakhir yang berhenti tumbuh adalah tulang belakang. Karena proses penuaan yang khas, orang mulai kehilangan tinggi badan secara bertahap seiring bertambahnya usia.

Faktor-faktor berikut dapat mempengaruhi seberapa tinggi seseorang:

  • DNA

DNA merupakan faktor utama penentu tinggi badan seseorang. Para ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 700 gen berbeda yang menentukan tinggi badan. Beberapa dari gen ini mempengaruhi lempeng pertumbuhan dan yang lain mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan.

Rentang ketinggian normal berbeda untuk orang-orang dari latar belakang etnis yang berbeda. Sekali lagi, ini ditentukan oleh DNA mereka. Beberapa kondisi genetik juga dapat memengaruhi tinggi badan seseorang saat dewasa, termasuk sindrom Down dan sindrom Marfan .

  • Hormon

Tubuh memproduksi hormon yang memerintahkan lempeng pertumbuhan untuk membuat tulang baru. Ini termasuk:

  • Hormon pertumbuhan

Ini dibuat di kelenjar pituitari dan merupakan hormon yang paling penting untuk pertumbuhan.

Beberapa kondisi kesehatan dapat membatasi jumlah hormon pertumbuhan yang dibuat tubuh, dan ini dapat memengaruhi tinggi badan. Anak-anak dengan kondisi genetik langka yang disebut defisiensi hormon pertumbuhan bawaan, misalnya, akan tumbuh pada tingkat yang jauh lebih lambat daripada anak-anak lain.

  • Hormon tiroid:

Kelenjar tiroid membuat hormon yang mempengaruhi pertumbuhan.

  • Hormon seks

Testosteron dan estrogen sangat penting untuk pertumbuhan selama masa pubertas.

  • Jenis kelamin

Laki-laki cenderung lebih tinggi daripada perempuan. Laki-laki juga dapat terus tumbuh lebih lama daripada perempuan. Rata-rata, pria dewasa lebih tinggi 5,5 inci (14 cm) daripada wanita dewasa. Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI, orang Indonesia rata-rata memiliki tinggi 168 cm pada laki-laki dan 159 cm pada perempuan.

Bisakah orang dewasa menambah tinggi badan?

Setelah seseorang melewati masa pubertas, lempeng pertumbuhan berhenti membuat tulang baru. Mereka menyatu bersama dan orang itu berhenti tumbuh. Artinya, ketika seseorang mencapai usia 18 tahun, mereka tidak dapat menambah tinggi badannya. Mempraktikkan postur yang baik dan menjaga otot punggung dan inti tetap kuat dapat membuat seseorang berdiri lebih tegak dan tampak lebih tinggi.

Itulah cara menambah tinggi badan pada anak-anak dan remaja. Semoga berhasil!

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "3 Cara Menambah Tinggi Badan pada Anak dan Remaja",


Penulis : Galih Pangestu Jati
Editor : Galih Pangestu Jati

 

Selanjutnya: 4 Cara mengatasi diare ini layak Anda coba, apa saja?

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru