Tanda-tanda pasien corona memburuk saat isolasi mandiri ala Satgas Covid-19

Jumat, 30 Juli 2021 | 06:17 WIB Sumber: Kompas.com
Tanda-tanda pasien corona memburuk saat isolasi mandiri ala Satgas Covid-19

ILUSTRASI. Menurut Satgas Penanganan Covid-19, ada sejumlah prosedur yang harus diperhatikan saat melakukan isolasi mandiri.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tidak semua penderita virus corona harus dirawat di rumah sakit. Mereka yang bergejala ringan atau tanpa gejala, dapat melakukan isolasi mandiri di rumah.

Namun, menurut Satgas Penanganan Covid-19, ada sejumlah prosedur yang harus diperhatikan saat melakukan isolasi mandiri. 

Berikut ini merupakan prosedur isolasi mandiri di rumah dan harus dilakukan oleh setiap pasien Covid-19, seperti yang dilansir Kontan dari covid19.go.id:

  • Menyiapkan stok obat-obatan dasar seperti vitamin atau obat lain yang sesuai dengan anjuran dokter
  • Mempersiapkan alat-alat kesehatan dasar, seperti alat pengukur suhu badan dan oxymeter untuk mengukur saturasi oksigen
  • Mempersiapkan masker dan cairan disinfektan yang terbuat dari air dan sabun
  • Menyiapkan ruagan terpisah yang tidak diakses oleh anggota keluarga lain
  • Menyiapkan daftar kontak orang terdekat atau terpercaya maupun hotline penting untuk kebutuhan darurat.

Baca Juga: Penyebab dan gejala penyakit jamur hitam yang mematikan

Saat isolasi mandiri

  1. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan rajin olahraga, makan makanan bergizi seimbang, dan selalu mencuci tangan
  2. Pendamping pasien harus mengelola sampah dan limbah harian secara hati-hati, minimal memakai alat pelindung diri (APD)
  3. Melakukan disinfeksi secara rutin, terutama pada alat-alat yang paling sering disentuh
  4. Menjamin ruangan isolasi mandiri mendapatkan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik
  5. Rutin mencatat perkembangan gejala suhu tubuh, laju nafas, dan saturasi oksigen
  6. Lakukan isolasi mandiri selama 10 hari bagi pasien Covid-19 tanpa gejala dan tambahan 3 hari untuk pasien Covid-19 bergejala ringan 
  7. Jika kondisi memburuk, segera hubungi nomor darurat dan layanan dokter atau petugas puskesmas setempat
  8. Pastikan protokol saat memobilisasi pasien ke puskesmas atau rumah sakit diterapkan secara ketat. 

Baca Juga: Ini yang perlu ibu menyusui lakukan jika terinfeksi Covid-19

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru