Tak segera tangani luka akibat diabetes, risikonya bisa diamputasi!

Minggu, 01 Agustus 2021 | 09:00 WIB Sumber: Kompas.com
Tak segera tangani luka akibat diabetes, risikonya bisa diamputasi!

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak sedikit pasien diabetes yang harus menjalani amputasi akibat luka kaki. Jika ditangani sedini mungkin, tindakan amputasi bisa dicegah. 

Statistik menunjukkan bahwa prosedur amputasi pada 6 dari 7 penderita kaki diabetik, diawali dari sebuah luka sederhana. 

“Padahal 85% dari luka tersebut sebetulnya dapat dicegah dan ditangani dengan baik agar tidak berkembang ke arah yang lebih serius,” kata dokter spesialis luka, Adisaputra Ramadhinara, MsC, dalam diskusi virtual (30/7/2021). 

Baca Juga: 10 Manfaat buah salak untuk kesehatan yang jarang diketahui

Adi mengatakan banyak pasien yang datang sudah dalam kondisi borok kaki kehitaman, bernanah, dan berbau busuk. Luka di kaki yang membusuk dan bernanah merupakan salah satu komplikasi penyakit diabetes melitus. 

Ulkus biasanya dipicu penyempitan pembuluh darah tepi. Hal ini menyebabkan jaringan di bagian kaki mengalami kematian karena tidak teraliri darah serta kekurangan oksigen dan nutrisi. 

Kadar gula darah yang tinggi membuat kuman lebih mudah berkembang biak sehingga infeksi pada luka semakin menyebar. “Luka yang muncul di kaki tidak boleh diabaikan, segera diobati. Saat ini banyak kemajuan pengobatan untuk meminimalkan bagian tubuh yang harus dibuang. Amputasi bukanlah solusi utama,” papar dokter dari Heartology Brawijaya Hospital Jakarta ini. 

Saat ini perawatan luka selalu mengedepankan pentingnya kerja sama multidisiplin. Pada kasus luka diabetik di kaki, perawatan luka dapat ditangani oleh dokter spesialis luka. 

Baca Juga: Ini 7 manfaat temulawak untuk kesehatan

Namun, bilamana terjadi penyumbatan pembuluh darah di kaki, maka diperlukan keterlibatan spesialis vaskular untuk tindakan revaskularisasi atau perbaikan aliran darah ke tungkai guna menunjang proses penyembuhan luka yang optimal. 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru