kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Suka minum kopi saat perut kosong di pagi hari? Awas tubuh bisa stres!


Minggu, 24 November 2019 / 07:03 WIB
Suka minum kopi saat perut kosong di pagi hari? Awas tubuh bisa stres!
ILUSTRASI. Ilustrasi minum kopi. (Kontan/Panji Indra)

Sumber: Grid | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minum kopi di pagi hari menjadi rutinitas yang dijalani sebagian orang. Kafein yang ada pada kopi memang bisa membuat tubuh menjadi segar dan berenergi hingga siap melakukan aktivitas.

Tapi sebaiknya jangan sering minum kopi di pagi hari tanpa sarapan alias dalam perut kosong karena bisa membuat tubuh menjadi stres.

Minuman berkafein ini diklaim memiliki berjuta manfaat, seperti mencegah kerusakan DNA, bahkan dapat menurunkan berat badan. Namun, kita tidak bisa mengonsumsi kopi dengan sembarangan, alih-alih sehat yang kita dapatkan malahan efek buruk yang mampir ke tubuh kita.

Baca Juga: Ikut pameran di China, Indonesia berhasil raih transaksi sebesar US$ 4,1 miliar

“Minum kopi dengan perut kosong, atau pagi-pagi sekali sebelum sarapan, dapat meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh Anda," ucap pakar kesehatan Dr Nikola Djordjevic.

Saat terbangun dari tidur, tubuh mulai melepaskan kortisol, hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur respons kekebalan tubuh, metabolisme, dan respons stres.

Jika kita tubuh mendapat asupan kafein ketika kortisol berada di puncaknya, kata Djordjevic, kita justru akan membuat tubuh semakin stres.

Dalam studi yang mengevaluasi preferensi minuman berkafein di kalangan mahasiswa kedokteran, hasil menunjukan 25% mahasiswa minum kopi di pagi hari dengan perut kosong.

Akibatnya, peserta riset berisiko mengalami peningkatan perubahan suasana hati dan kemungkinan dampak jangka panjang terhadap kesehatan mereka.

Baca Juga: Waspada bahaya diabetes di balik jajanan kekinian

Risiko ini terjadi karena kopi merangsang asam di perut dan membuat kondisi perut menjadi asam. “Minum kopi dengan perut kosong dapat memperbesar efek stimulasi ini. Karena tidak ada yang dapat menyaingi penyerapan,” kata Dr. Jamie Long, psikolog klinis berlisensi.


Tag

Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×