kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.869   -66,00   -0,37%
  • IDX 5.823   -73,36   -1,24%
  • KOMPAS100 754   -10,34   -1,35%
  • LQ45 576   -8,17   -1,40%
  • ISSI 201   -1,67   -0,82%
  • IDX30 327   -4,47   -1,35%
  • IDXHIDIV20 403   -5,06   -1,24%
  • IDX80 86   -1,14   -1,31%
  • IDXV30 109   -0,95   -0,87%
  • IDXQ30 105   -1,39   -1,30%

Simak bahaya rapid antigen mandiri: Hasil tak akurat hingga pendarahan


Rabu, 20 Januari 2021 / 06:51 WIB
ILUSTRASI. Rapid test antigen tidak boleh dilakukan secara mandiri atau dilakukan bukan oleh ahlinya. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pendarahan di hidung 

Dewi menjelaskan, penyebab munculnya rasa sakit ini karena orang yang hendak di-swab memiliki struktur hidung bengkok, sehingga rongga hidung lebih sempit. Hal ini juga berpotensi membuat tangkai yang terkena mukosa putus dan berakibat terjadi pendarahan di hidung atau epistaksis. 

Epistaksis atau pendarahan yang banyak merupakan suatu kondisi kegawatdaruratan di bidang THT, di mana kondisi ini harus ditangani dengan segera. 

Ia menjelaskan, risiko pendarahan juga dapat terjadi jika tangkai swab mengenai pembuluh darah, apalagi di hidung banyak sekali pembuluh darah yang mudah pecah. 

Baca Juga: Terbaru! Aturan perjalanan keluar-masuk Kota Bandung

Syok dan panik

Selain itu, pendarahan yang banyak dapat menimbulkan syok karena panik dan menyumbat jalan napas. 

Dari berbagai risiko tersebut, Dewi mengingatkan, sebaiknya swab atau rapid antigen dilakukan oleh tenaga profesional yang sudah mengetahui tekni swab dan struktur anatomi hidung dengan baik. Sebab, tindakan ini dapat meminimalkan risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. 

Petugas yang melakukan swab juga sebaiknya dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) lengkap agar tidak terpapar virus. 

Baca Juga: Terbaru! Daftar stasiun penyedia layanan antigen dan harganya




TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×