Produk dan Layanan

Serba-serbi rapid test dan perbedaan dengan tes virus corona sebelumnya

Sabtu, 21 Maret 2020 | 06:30 WIB   Reporter: kompas.com
Serba-serbi rapid test dan perbedaan dengan tes virus corona sebelumnya

KONTAN.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan pelaksanaa rapid test virus corona baru secara massal segera di Indonesia.

Menurut Jokowi, rapid test tersebut bisa untuk mendeteksi dini seseorang yang terinfeksi virus corona.

Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengungkapkan, metode rapid test serupa dengan tes massal.

Rapid test merupakan mekanisme yang bisa memastikan status positif Covid-19 pada pasien. Tapi, berbeda dengan tes virus corona yang selama ini pemerintah gunakan.

Mengutip situs resmi Universitas Oxford, salah satu pimpinan dari para peneliti di Departemen Ilmu Teknik Universitas Oxford dan Pusat Penelitian Lanjut Oxford (OSCAR) Prof Wei Huang mengungkapkan, rapid test merupakan metode tes baru yang bisa mendeteksi virus secara khusus, dan dapat mengenali fragmen RNA dan RNA virus corona baru.

Baca Juga: Jakarta Selatan jadi lokasi awal rapid test virus corona, ini alasannya

Sangat akurat

Rapid test memiliki pemeriksaan bawaan untuk mencegah hasil tes positif atau negatif yang palsu, dan memang memiliki akurasi yang sangat tinggi.

Selain itu, pasien pada tahap awal infeksi bisa terindentifikasi lebih cepat, dan berpotensi membantu mengurangi penyebaran virus corona.

Hasil cepat

Dari penelitian yang para ilmuwan kerjakan, rapid test bekerja jauh lebih cepat dan tidak memerlukan instrumen yang rumit.

Sebelumnya, tes virus corona yang ramai digunakan membutuhkan waktu 90-120 menit untuk memberikan hasil. Sementara tim peneliti telah mengembangkan tes yang mampu memberikan hasil hanya dalam setengah jam.

Editor: S.S. Kurniawan


Terbaru