kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Semua orang termasuk yang tidak berisiko sebaiknya lakukan tes HIV, kapan?


Kamis, 12 Maret 2020 / 02:00 WIB


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Stigma negatif di masyarakat membuat kebanyakan orang masih takut melakukan tes Human Immunodeficiency Virus (HIV). Padahal, semua orang, termasuk yang tidak berisiko, sebaiknya melakukan tes HIV sedini mungkin.

Salah satu tujuannya: untuk pencegahan. Lalu, kapan sebaiknya melakukan tes HIV?

Ketua Tim HIV/AIDS RS St. Carolus dr Emon Winardi Danudirgo menuturkan, setidaknya tes Anda lakukan sebelum menikah. Deteksi dini ini penting untuk mencegah penularan pada anak.

Sebab, ada kemungkinan seseorang tidak mengetahui, apakah dirinya berisiko atau pernah berhubungan dengan orang yang berisiko HIV atawa tidak. "Tujuannya adalah untuk perlidungan keluarga," ungkap Emon.

Baca Juga: Jepang akan uji coba obat HIV untuk pasien virus corona

Perilaku berisiko HIV di antaranya seks bebas yang tidak aman dan penggunaan jarum suntik tidak steril atau secara bergantian. Meski begitu, tes idealnya juga pada orang yang berisiko tinggi maupun tidak.

Melakukan tes HIV sejak dini, menurut Emon, sama dengan melakukan pencegahan. Soalnya, infeksi HIV yang tak segera tertangani bisa berkembang menjadi kondisi serius yang disebut Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).




TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×