CLOSE [X]

Selain Mual, Ini Gejala Asam Lambung Naik yang Sering Muncul

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:00 WIB Sumber: Kompas.com
Selain Mual, Ini Gejala Asam Lambung Naik yang Sering Muncul


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asam lambung tinggi harus segera diobati agar tidak semakin parah. Ini gejala asam lambung tinggi yang paling sering muncul.  

Penyakit asam lambung adalah kondisi yang cukup umum yang terjadi ketika asam lambung dan isi perut lainnya kembali ke kerongkongan melalui sfingter esofagus bagian bawah (LES).  

Baca Juga: Boleh dan Amankah Nanas Dikonsumsi Penderita Asam Lambung?

LES adalah cincin otot yang terletak di saluran pencernaan tempat kerongkongan bertemu dengan lambung.  

Ketika LES lemah atau rusak, ia mungkin tidak menutup dengan benar sehingga memungkinkan isi perut kembali ke kerongkongan dan menyebabkan gejala asam lambung. 

Penyakit asam lambung yang sering terjadi dapat mengindikasikan penyakit refluks gastroesofagus (GERD), yakni bentuk asam lambung kronis yang lebih parah dan dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius jika tidak diobati. 

Gejala asam lambung yang umum 

Asam lambung menimbulkan gejala yang beragam. Gejalanya bergantung pada organ apa yang terkena asam lambung.  

Ini Kata Dokter Dilansir dari Healthline, gejala asam lambung dapat berkisar dari ringan hingga berat. Adapun gejala asam lambung yang umum meliputi: 

1. Mulas 

Mulas adalah gejala paling umum dari asam lambung. Perut terlindungi dari efek korosif asam lambung. 

Jika sfingter esofagus bagian bawah tidak mencegah asam lambung keluar dari perut dan masuk ke kerongkongan, akan ada sensasi terbakar yang menyakitkan di dada. 

Mulas dapat berkisar dari tidak nyaman hingga menyakitkan. Namun, tingkat keparahannya tidak selalu menunjukkan cedera permanen pada kerongkongan. 

2. Rasa asam 

Jika asam lambung naik sampai ke bagian belakang tenggorokan atau mulut, itu bisa menyebabkan rasa asam atau pahit di mulut.  

Selain itu, mungkin juga mengalami sensasi terbakar di tenggorokan dan mulut. 

3. Regurgitasi 

Beberapa orang mengalami regurgitasi. Ini adalah perasaan cairan, makanan, atau empedu bergerak ke atas tenggorokan, bukan ke bawah.  

Dalam beberapa kasus, orang dengan asam lambung bahkan bisa muntah. Namun, muntah jarang terjadi pada orang dewasa. 

Bayi dan anak-anak dengan GERD mungkin mengalami regurgitasi berulang. Ini bisa tidak berbahaya dan sangat alami pada bayi di bawah usia 18 bulan.  
Menurut National Digestive Diseases Information Clearinghouse, sekitar setengah dari semua bayi mengalami refluks dalam tiga bulan pertama kehidupan. 

4. Dispepsia 

Dispepsia adalah perasaan terbakar dan ketidaknyamanan di bagian tengah atas perut. Ini dikenal sebagai gangguan pencernaan.  

Beberapa orang dengan dispepsia mungkin merasakan gejala: 

  • Kembung Sakit 
  • maag 
  • Merasa tidak nyaman penuh 
  • Mual 
  • Sakit perut 
  • Muntah atau bersendawa banyak 

Gejala-gejala ini harus diatasi dengan serius karena dapat menandakan adanya gangguan lain yang disebut penyakit tukak lambung. 

Dalam beberapa kasus, jika tidak diobati, kondisi ini dapat mengarah ke keadaan darurat medis yang disebut perforasi. 

5. Kesulitan menelan 

Kesulitan menelan atau disfagia setidaknya mempengaruhi 1 dari 25 orang dewasa setiap tahun.  

Meski demikian, banyak kemungkinan penyebab disfagia. Selain GERD, bisa juga disebabkan oleh: 

  • Stroke 
  • Sklerosis ganda 
  • Penyakit Parkinson 
  • Kanker 
  • Sakit tenggorokan.

Baca Juga: Buah dan Sayur yang Efektif Menurunkan Asam Lambung

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gejala Asam Lambung Paling Umum, Apa Saja?", 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Sulistiowati

Terbaru