Saat Minum Teh dan Kopi, Jangan Konsumsi 5 Makanan Ini Termasuk Gorengan

Rabu, 09 Februari 2022 | 14:23 WIB Sumber: Kompas.com
Saat Minum Teh dan Kopi, Jangan Konsumsi 5 Makanan Ini Termasuk Gorengan

ILUSTRASI. Makanan yang jangan Anda konsumsi saat minum teh dan kopi.


KONTAN.CO.ID - Teh dan kopi adalah minuman pagi hari yang bisa menghangatkan tubuh dan menggugah stamina. Tapi, ada makanan yang jangan Anda konsumsi saat minum teh dan kopi.

Sebab, kandungan dalam makanan tersebut kontra dengan kandungan kafein dan asam yang ada pada kopi atau teh. Brikut makanan yang sebaiknya tak Anda konsumsi bersamaan dengan kopi dan teh: 

1. Yogurt dan keju 

Hindari mengonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium, seperti yogurt dan keju, ketika Anda tengah menyesap kopi dan teh. Mengapa tidak boleh? 

Karena kafein dalam kopi bisa menghalangi tubuh dalam menyerap kalsium dari makanan. Kalsium yang seharusnya diserap malah dibuang  melalui urine. 

Baca Juga: Bisa Menurunkan Gula Darah, Berikut 6 Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan

2. Salmon dan kacang merah

Dilansir dari Healthy Eating, salmon, kacang merah, sarden, dan daging kambing adalah makanan sumber zinc yang sebaiknya tak dikonsumsi bersama dengan kopi atau teh. 

Kafein di dalam kopi dan teh juga bisa menghalangi tubuh menyerap properti zinc yang ada pada makanan. Meski berbentuk kopi decaf sekalipun, kopi tetap bisa menghalangi tubuh dalam menyerap zinc. 

Soalnya, kopi juga mengandung tannates, mineral yang tak mudah dirombak dan diserap oleh tubuh. Sehingga, ketika asupan kaya zinc masuk, tubuh masih kewalahan dalam merombak tannates dan tak sempat melirik zinc. 

3. Suplemen dan vitamin 

Jangan mengonsumsi suplemen dan vitamin harian berdekatan dengan waktu minum teh atau kopi. Berbagai studi menemukan, kafein dalam kopi bisa memengaruhi penyerapan beberapa jenis vitamin. 

Studi yang terbit di Journal of Bone Metabolism menyebutkan, rata-rata pecinta kopi mengalami kekurangan vitamin D karena hal ini. 

Baca Juga: Minum Kopi Bisa Menaikkan Kadar Kolesterol Jahat, Benarkah?

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru