Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga merekomendasikan rapid test antigen untuk screening Covid-19, terutama untuk pasien tanpa gejala atau dengan kecurigaan kontak terhadap pasien Covid-19.
Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan rapid test antigen untuk daerah di mana transmisi komunitas terjadi luas dan pemeriksaan PCR tidak ada atau hasilnya muncul lambat.
Baca Juga: Silakan dipilih, berikut lokasi dan biaya rapid test antigen di Jakarta
Berdasarkan Panduan PDS PatKLin, pengambilan rapid test antigen ini dapat dilakukan di laboratorium dan fasilitas ruangan tekanan negatif dan tempat terbuka yang telah mempertimbangkan kemanan lingkungan sekitar.
Yang perlu diperhatikan, tindakan pengujian rapid test antigen ini dilakukan oleh tenaga terlatih dalam menggunakan peralatan dan meminimalkan risiko terpapar.
"Hasil pemeriksaan harus disupervisi dan diinterpretasi oleh tim ahli," kata Adam.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan rapid antigen atau swab antigen secara mandiri di rumah masing-masing. Kendati demikian, penggunaan PCR tetap lebih diutamakan karena memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan swab antigen.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ramai Topik soal "Rapid Antigen", Apakah Sama dengan "Swab Antigen"?"
Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Sari Hardiyanto
Selanjutnya: Ini biaya rapid test, swab antigen & PCR 11 bandara Indonesia per 18 Desember 2020
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News