HOME

Protokol 3M: Masker jadi kebutuhan pokok, persediaan pun selalu ada

Rabu, 14 Oktober 2020 | 10:05 WIB   Reporter: Danielisa Putriadita
Protokol 3M: Masker jadi kebutuhan pokok, persediaan pun selalu ada

ILUSTRASI.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk menjaga kesehatan dan terhindar dari virus corona (Covid-19), kini masker menjadi sebuah kewajiban, terutama ketika beraktivitas di luar rumah. Tak heran jika menggunakan masker menjadi salah satu protokol 3M dalam melawan penyebaran Covid-19. 

Seperti diketahui, kampanye protokol 3M terdiri dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. 

Dengan pandemi virus corona yang sudah berlangsung selama hampir 8 bulan di Indonesia, masker menjadi masuk dalam kebutuhan pokok di era pandemi ini.  Apalagi bagi mereka yang masih bekerja ke kantor atau pun bila ada keperluan di luar rumah. 

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Selasa (13/10): Tambah 3.906 kasus, jangan lupa pakai masker

Presiden Direktur Pinnacle Investama Guntur Surya Putra mengatakan, dirinya kini mulai terbiasa untuk memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah. Dalam menyediakan stok masker yang sudah menjadi kebutuhan pokok, Guntur mengatakan tidak mengalokasikan dana khusus. 

Dalam menyiapkan persediaan masker, Guntur pun lebih sering membelinya dari e-commerce secara daring. "Kebanyakan beli secara bertahap atau reguler juga sesuai dengan kebutuhan, kebetulan semenjak masa PSBB dari bulan Maret saya kerja dari rumah dan jarang keluar," kata dia.

Corporate Secretary PT Ashmore Asset Management Indonesia (AMOR) Lydia Jessica Toisuta pun bilang, tidak ada alokasi dana khusus untuk membeli masker. Kini, dia pun lebih sering memakai masker yang sekali pakai.

Sebelumnya, Lydia mengaku memakai masker kain karena ketersediaan masker sekali pakai sempat terbatas di awal pandemi. 

Setali tiga uang, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto juga sudah mulai terbiasa dalam memakai masker. Persedian masker juga Ramdhan usahakan selalu ada di rumah dan kendaraan pribadinya. 

Baca Juga: Virus Corona bisa bertahan 28 hari di ponsel dan uang kertas

Ramdhan mengaku senang saat ini ketersediaan masker semakin banyak, tidak seperti di awal pandemi muncul harga masker medis sekali pakai menjulang tinggi karena stok sedikit. 

"Masker sekarang sudah banyak ditemukan langsung di minimarket," jelas dia.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Hati-hati dengan droplet! Begini cara menghindarinya

 

Editor: Anna Suci Perwitasari


Terbaru