kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.923   53,00   0,30%
  • IDX 5.680   -141,04   -2,42%
  • KOMPAS100 733   -19,02   -2,53%
  • LQ45 559   -13,71   -2,39%
  • ISSI 197   -4,23   -2,10%
  • IDX30 318   -7,23   -2,22%
  • IDXHIDIV20 392   -8,58   -2,14%
  • IDX80 83   -2,13   -2,50%
  • IDXV30 106   -1,93   -1,78%
  • IDXQ30 103   -2,20   -2,10%

Pola gizi seimbang untuk mencegah malnutrisi


Senin, 24 September 2018 / 16:31 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Kesehatan Makan Buah


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Berdasarkan Survei Sosial dan Ekonomi Nasional tahun 2016, 66,1% rumah tangga masyarakat kota maupun desa di Indonesia membeli susu jenis kental manis.

Artinya, susu kental manis merupakan jenis susu terbanyak dibeli masyarakat Indonesia salah satunya karena harga yang terjangkau.

Konsumsi susu di Indonesia sendiri masih rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, konsumsi susu masyarakat Indonesia di tahun 2017 hanya 16,5 liter/kapita/tahun.

Mengutip data USDA Foreign Agricultural Service 2016 (PDF), angka tersebut sangat kecil dibandingkan konsumsi susu di Malaysia (50,9 liter), Thailand (33,7 liter), dan Filipina (22,1 liter).

Selain gizi, para ahli juga menyarankan masyarakat untuk menyeimbangkan pola aktivitas. Berbagai data menyebutkan masyarakat Indonesia merupakan salah satu yang paling sedikit aktivitas geraknya.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 24% penduduk Indonesia menjalani perilaku hidup sedentari selama lebih dari 6 jam per hari.

Sedentari merupakan kebiasaan sehari-hari yang tidak banyak bergerak. Perilaku itu banyak menjadi penyebab munculnya penyakit-penyakit tidak menular.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×