Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.205
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS623.158 -0,48%

Pola asuh yang berdampak buruk bagi anak

Jumat, 12 Mei 2017 / 07:09 WIB

Pola asuh yang berdampak buruk bagi anak



JAKARTA. Menjadi orangtua adalah pekerjaan berat. Anak terpengaruh oleh semua yang ada di sekitarnya, teman, guru dan tentu orangtua.

Tidak ada orangtua yang sempurna, namun Anda bisa berusaha menerapkan pola asuh lebih baik dengan menghindari hal yang bisa berdampak buruk pada anak di masa depan.


Berikut adalah empat hal yang bisa berpengaruh buruk pada masa depan anak, seperti dijelaskan ahli psikologi, Lourdes Carandang.

1. Membanding-bandingkan anak

Mungkin orangtua merasa adil dalam membagi perhatian dan kasih sayang pada anak-anak, tapi saat ada satu orang yang punya prestasi lebih lalu Anda memujinya sementara yang lain tidak, itu bisa berpengaruh buruk.

Misalnya Anda memperkenalkan mereka pada orang lain seperti ini, "Kenalkan, ini putri saya yang pintar, Sarah. Dan ini putra bungsu saya, Max."

Itu sama saja dengan menjatuhkan anak. Kadang ada orangtua yang tidak menyadarinya, kata Carandang seperti dilansir Independent.

2. Memberi label

Nama panggilan yang merujuk pada fisik atau kebiasaan buruk mungkin terkesan biasa saja, tapi sebenarnya bisa menorehkan luka seumur hidup pada anak bila terlalu sering diucapkan.

Tentu saja orangtua tidak bisa terlalu melindungi anak, tapi memanggil anak dengan sebutan tidak enak bisa merusak kepercayaan diri anak.

Sebutan seperti itu bisa membuat anak kesal pada anak dan percaya bahwa mereka benar-benar malas atau bodoh.

3. Menjadi contoh penindas

Anak meniru perkataan dan perilaku orang tua. Jadi bila mereka melihat ayah berkata kasar pada ibu, mereka akan berpikir bahwa lazim bila pria menindas wanita, dan wanita memang menerima hal itu.

4. Pilih kasih

Ada orangtua yang punya anak kesayangan dan bila mereka melakukan hal yang salah, tak akan ada hukuman yang diberikan padanya. Sebaliknya, bila anak lain melakukan hal yang sama, orangtua tak segan-segan naik pitam.

Cara menekankan pada orangtua yang menghadapi pertengkaran anak-anak, penting untuk mendengarkan secara objektif dari kedua pihak agar bisa berlaku adil. Meski anak yang lebih tua harusnya lebih paham atas tanggung jawab, penting untuk tidak menelantarkan kebutuhan emosional

Sumber : Antara
Editor: Yudho Winarto

GANGGUAN KESEHATAN ANAK

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0028 || diagnostic_api_kanan = 0.0902 || diagnostic_web = 0.5538

Close [X]
×