kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Anak-anak obesitas wajib berjemur di pagi hari


Senin, 17 April 2017 / 15:25 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Anak-anak dengan berat badan berlebih, sebaiknya rutin mendapatkan paparan sinar matahari pagi. Pasalnya, anak-anak maupun remaja yang kelebihan berat badan, memiliki kolesterol dan asam lemak yang tinggi, umumnya mereka juga menderita kekurangan vitamin D.

Dilansir dari Thesun.co.uk, berdasarkan penelitian, kurangnya paparan sinar matahari pagi yang mengandung vitamin D alami dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada anak-anak obesitas.

Marisa Censani, spesialis endokrinologi pediatrik di Weill Cornell Medicine di New York melakukan sebuah studi dengan timnya tentang catatan medis anak-anak berusia 6 sampai 17 tahun.

Mereka menemukan, anak-anak yang kelebihan berat badan serta memiliki kolesterol dan asam lemak yang tinggi, cenderung menderita kekurangan vitamin D. Sedangkan, vitamin D baru diproduksi oleh tubuh saat kulit telanjang terkena sinar matahari.

Para peneliti di New York tersebut mengatakan, bahwa orangtua perlu membimbing anak-anak dengan masalah berat badan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan dan berjemur di bawah sinar matahari pagi.

Selain itu menurut para peneliti, anak-anak obesitas dan kelebihan berat badan sebaiknya diskrining kekurangan vitamin D sebagai indikator penyakit jantung potensial di kemudian hari.

Marisa mengatakan bahwa temuan ini menunjukkan kekurangan vitamin D dapat membuat anak dengan obesitas memiliki peningkatan risiko kardiovaskular saat mereka dewasa. “Kini, obesitas memengaruhi 17 persen dari bayi, anak-anak, dan remaja usia 2 sampai 19 tahun, dan obesitas merupakan faktor risiko kekurangan vitamin D.”

(Bestari Kumala Dewi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×