kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Anak-anak obesitas wajib berjemur di pagi hari


Senin, 17 April 2017 / 15:25 WIB
Anak-anak obesitas wajib berjemur di pagi hari


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Anak-anak dengan berat badan berlebih, sebaiknya rutin mendapatkan paparan sinar matahari pagi. Pasalnya, anak-anak maupun remaja yang kelebihan berat badan, memiliki kolesterol dan asam lemak yang tinggi, umumnya mereka juga menderita kekurangan vitamin D.

Dilansir dari Thesun.co.uk, berdasarkan penelitian, kurangnya paparan sinar matahari pagi yang mengandung vitamin D alami dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada anak-anak obesitas.

Marisa Censani, spesialis endokrinologi pediatrik di Weill Cornell Medicine di New York melakukan sebuah studi dengan timnya tentang catatan medis anak-anak berusia 6 sampai 17 tahun.

Mereka menemukan, anak-anak yang kelebihan berat badan serta memiliki kolesterol dan asam lemak yang tinggi, cenderung menderita kekurangan vitamin D. Sedangkan, vitamin D baru diproduksi oleh tubuh saat kulit telanjang terkena sinar matahari.

Para peneliti di New York tersebut mengatakan, bahwa orangtua perlu membimbing anak-anak dengan masalah berat badan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan dan berjemur di bawah sinar matahari pagi.

Selain itu menurut para peneliti, anak-anak obesitas dan kelebihan berat badan sebaiknya diskrining kekurangan vitamin D sebagai indikator penyakit jantung potensial di kemudian hari.

Marisa mengatakan bahwa temuan ini menunjukkan kekurangan vitamin D dapat membuat anak dengan obesitas memiliki peningkatan risiko kardiovaskular saat mereka dewasa. “Kini, obesitas memengaruhi 17 persen dari bayi, anak-anak, dan remaja usia 2 sampai 19 tahun, dan obesitas merupakan faktor risiko kekurangan vitamin D.”

(Bestari Kumala Dewi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×