kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.286   20,00   0,12%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

Pilihan dan panduan olahraga yang tepat bagi penderita penyakit jantung


Selasa, 04 Agustus 2020 / 09:03 WIB
ILUSTRASI. Libur Natal —- Warga beraktivitas di bantaran Kanal Banjir Timur, Jakarta (25/12). Warga Jakarta melakukan joging atau sekedar mengantar anak mencari hiburan sederhana untuk mengisi liburan. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/25/12/2018


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Kapan penderita penyakit jantung perlu setop olahraga?

Ada beberapa ciri-ciri olahraga terlalu banyak memberikan tekanan pada jantung, di antaranya:

  • Pusing
  • Sakit dada
  • Detak jantung atau nadi tidak beraturan
  • Sesak napas
  • Mual

Baca juga: Lelang rumah mewah di Kalisari Jakarta Timur ini hanya Rp 550 juta

Jika ada tanda-tanda di atas, segera hentikan olahraga, istirahat, dan minum air putih. Segera minta pertolongan medis apabila gejala rasa tidak nyaman tak kunjung reda dan ada tanda-tanda penyakit jantung kambuh seperti:

Dada sakit, terasa ditekan, berat, sampai menjalar ke lengan, leher, atau rahang

  • Sesak napas
  • Gangguan pencernaan
  • Mati rasa di tangan
  • Berkeringat dan pandangan kabur
  • Pusing

Pastikan untuk selalu berkonsultasi ke dokter untuk melaporkan perkembangan dan masalah selama penderita penyakit jantung berolahraga.

(Mahardini Nur Afifah)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Olahraga untuk Penderita Penyakit Jantung, Bagaimana Baiknya?",

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×