Penyebab hidung tak bisa mencium bau saat positif Covid-19

Rabu, 21 Juli 2021 | 15:56 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Penyebab hidung tak bisa mencium bau saat positif Covid-19

ILUSTRASI. Anosmia adalah gejala utama Covid-19 di mana penderitanya kehilangan kemampuan untuk mencium bau.

KONTAN.CO.ID - Anosmia adalah gejala paling umum yang bisa ditemui pada pasien yang terkonfirmasi positif virus corona baru atau Covid-19. Anosmia adalah gejala saat hidung tak bisa mencium bau. 

Hal paling mudah mengetahui gejala ini adalah dengan mencium benda yang beraroma kuat, seperti parfum, lemon, kopi, hingga bawang putih. Saat indra penciuman tak lagi peka, ada kemungkinan Anda menderita anosmia.

Lalu, kenapa penderita Covid-19 tidak bisa mencium bau?

Penyebab hidung tak bisa mencium bau saat positif Covid-19

Dilansir dari BBC, pasien Covid-19 yang kehilangan kepekaan indra penciuman berbeda dengan gejala flu biasa seperti hidung tersumbat dan berair.

Memang, sejauh ini belum ditemukan sebab pasti kenapa indra penciuman bisa terganggu saat terserang virus corona. Namun, para ahli menduga, Covid-19 memengaruhi sel saraf yang terlibat langsung dalam kepekaan sensasi bau dan rasa. 

Bahkan, untuk penderita Covid-19 yang sudah parah, gejalanya bisa sampai tak lagi mampu membedakan antara rasa manis dan pahit. 

Selain kehilangan rasa penciuman, gejala lainnya seperti suhu tinggi dan bisa disertai dengan batuk. 

Baca Juga: Pengusaha harapkan pemerintah merancang stimulus produktif bagi dunia usaha

Siapa pun dengan gejala-gejala ini harus mengisolasi diri dan mengatur tes swab untuk memeriksa apakah mereka memiliki virus. Anggota keluarga di rumah mereka juga harus mengisolasi diri untuk mencegah kemungkinan penyebaran.

Sementara Prof Andrew Lane dari Universitas Johns Hopkins menyebutkan, ia dan timnya telah mempelajari sampel jaringan dari bagian belakang hidung untuk memahami bagaimana virus corona bisa menyebabkan hilangnya penciuman.

Hasil penelitiannya itu telah dipublikasikan di European Respiratory Journal. Timnya mengidentifikasi tingkat enzim yang sangat tinggi yang hanya ada di area hidung yang bertanggung jawab untuk penciuman.

Enzim ini, yang disebut ACE-2 (angiotensin converting enzyme II), dianggap sebagai titik masuk yang memungkinkan virus corona masuk ke sel-sel tubuh dan menyebabkan infeksi.

Hidung merupakan salah satu tempat masuknya Sars-CoV-2, virus penyebab Covid-19 ke dalam tubuh. "Jika itu masalahnya, kami mungkin dapat mengatasi infeksi dengan terapi antivirus yang diberikan langsung melalui hidung," ujarnya.

Baca Juga: Inilah daftar lengkap daerah kelompok PPKM level 3 dan 4 di Jawa Bali

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru