Penting! Varian Delta Plus: Gejala, penyebab, dan cara mengobatinya

Jumat, 30 Juli 2021 | 08:23 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Penting! Varian Delta Plus: Gejala, penyebab, dan cara mengobatinya

ILUSTRASI. Varian Delta telah menewaskan ratusan ribu orang di India dan dengan cepat menjadi varian dominan di seluruh dunia. REUTERS/Danish Ismail

KONTAN.CO.ID. Ancaman penyebaran virus corona di Indonesia masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Lembaga Biologi Molekuler Eijkman telah menemukan varian Delta Plus di Indonesia. Varian ini ditemukan di Jambi dan Mamuju.

Berikut adalah informasi penting mengenai varian Delta Plus yang mencakup gejala, penyebab, pencegahan, dan pengobatan yang dilansir Kontan dari mpnrc.org:

Varian Delta Plus

Melansir National Geographic pada 2 Juli 2021 lalu, varian baru dari virus corona telah muncul. Para ilmuwan sedang bekerja untuk mencari tahu apakah itu lebih berbahaya daripada saudaranya yang terkenal, varian Delta, yang telah menewaskan ratusan ribu orang di India dan dengan cepat menjadi varian dominan di seluruh dunia. 

Varian baru tersebut dinamakan Delta Plus. Varian ini hanya sedikit berbeda dari varian Delta yang lebih menular dan diperkirakan menyebabkan lebih banyak rawat inap daripada jenis sebelumnya. Vaksin yang ada efektif melawan Delta, tetapi hanya jika orang telah divaksinasi sepenuhnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendesak warga dunia yang divaksinasi penuh untuk terus memakai masker. 

Baca Juga: Varian Delta Plus masuk Indonesia, seberapa bahaya virus ini?

Gejala Varian Delta Plus

Banyak gejala varian Delta Plus yang telah terlihat. Beberapa di antaranya yakni batuk kering, kelelahan, atau demam pada umumnya. Gejala parah dari varian ini mungkin termasuk sesak napas, sesak napas, atau sakit perut.

Ada banyak gejala lain dari varian delta, seperti ruam kulit, perubahan warna jari kaki, sakit tenggorokan, sesak napas, serta kehilangan penciuman, diare, sakit kepala, atau pilek, dan lainnya. 

Baca Juga: Tanda-tanda pasien corona memburuk saat isolasi mandiri ala Satgas Covid-19

Penyebab Varian Delta Plus

Satu-satunya alasan penyebaran virus ini adalah infeksi karena virus ini menyebar secara selektif atau dekat satu sama lain dan masuk ke tubuh kita melalui pernapasan. 

Sejauh ini, belum ada informasi jelas yang diterima tentang dari mana virus ini berasal dan bagaimana asalnya. Jika kita keluar rumah dan bertemu orang atau menyentuh benda apapun yang mungkin mengandung virus, maka kita juga bisa terkena virus ini.

Baca Juga: Pemerintah siapkan skenario antisipasi virus corona varian delta plus

Kewaspadaan Varian Delta Plus

Untuk menghindari virus Delta, Anda harus melakukan beberapa hal khusus sebagai berikut:

  • Jangan keluar rumah tanpa pekerjaan penting.
  • Pertahankan jarak 6 kaki saat bertemu orang.
  • Gunakan pembersih saat bertemu siapa pun.
  • Sanitasi dan desinfeksi barang atau barang yang digunakan di rumah.
  • Cuci tangan dengan sabun selama 20 detik beberapa kali sehari.
  • Jika harus keluar rumah untuk beberapa pekerjaan penting, maka gunakan masker ganda.
  • Gunakan semua barang yang diambil dari luar setelah dicuci dan disinfeksi.
  • Yang paling penting adalah melakukan vaksinasi sesegera mungkin untuk menghindari hal ini.

Perawatan Varian Delta Plus

Umumnya dokter menggunakan antibiotik untuk pengobatan varian Delta Plus, tetapi tidak ada informasi yang jelas tentang hal itu. Satu-satunya cara untuk mencegahnya adalah dengan melakukan vaksinasi sesegera mungkin. 

Disebutkan pula, tidak ada pengobatan yang bekerja melawan varian ini dan vaksin tidak sepenuhnya bisa memberantas varian ini. Akan tetapi, kemungkinan sakit setelah divaksin sangat kecil.

 

Selanjutnya: Mulai terdeteksi di Indonesia, mari mengenal varian Delta plus

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru