kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Penelitian ungkap adanya risiko gangguan mental pada penyintas COVID-19


Selasa, 10 November 2020 / 12:00 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - LONDON. Kelompok psikiater mengungkap adanya risiko gangguan mental pada penyintas COVID-19. Gangguan ini muncul setidaknya dalam waktu 90 hari.

Sebuah penelitian yang dilakukan kelompok psikiater dari Oxford University mengungkap bahwa 20% dari pasien memiliki risiko mengalami gangguan mental, bahkan setelah sembuh.

Melansir Reuters, kecemasan, depresi, dan insomnia adalah faktor paling umum yang menjadi pemicu adanya gangguan mental akibat COVID-19. Peneliti juga menemukan adanya potensi demensia yang cukup tinggi.

"Orang-orang khawatir bahwa penyintas COVID-19 akan berisiko lebih besar mengalami masalah kesehatan mental, dan penelitian kami memang menunjukkan hal tersebut," ungkap Paul Harrison, seorang profesor psikiatri di Universitas Oxford Inggris, seperti dikutip Reuters.

Melalui penelitian ini, Harrison meminta dokter dan ilmuwan di seluruh dunia untuk segera menyelidiki penyebabnya dan mengidentifikasi perawatan baru untuk mencegah gangguan mental akibat COVID-19.

Baca Juga: WHO: Separuh dari kasus corona dan kematian global hanya terjadi di 4 negara

Gangguan mental ditemukan setelah 90 hari

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Psychiatry, secara khusus menganalisis catatan kesehatan dari 69 juta orang di Amerika Serikat, termasuk lebih dari 62.000 kasus COVID-19.

Dalam waktu tiga bulan setelah dinyatakan positif COVID-19, 1 dari 5 orang yang berhasil sembuh tercatat memiliki diagnosis kecemasan, depresi, atau insomnia untuk pertama kali.

Baca Juga: Melegakan, vaksin eksperimental Pfizer 90% efektif tangkal virus corona




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×