kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Penelitian: Kadar gula darah rendah bisa merusak jantung


Jumat, 26 November 2021 / 15:28 WIB
ILUSTRASI. Gula darah rendah


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penelitian menunjukkan kadar gula darah rendah bisa merusak organ jantung.  

Kadar gula darah rendah sama bahayanya dengan gula darah tinggi. 

Baca Juga: Ini teh herbal yang efektif menurunkan kadar gula darah dan kolesterol

Mengutip dari FOOD NDTV, menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care, gula darah rendah bisa merusak jantung. 

Hipoglikemia adalah salah satu efek samping paling umum dan serius dari terapi insulin. 

Kamlesh Khunti, Dokter asal India melakukan penelitian untuk mengetahui hubungan kadar gula darah rendah dengan penyakit jantung. 

Dia melibatkan 3.260 orang penderita diabetes tipe I dan 10.422 orang penderita diabetes tipe II. 

Khunti menjelaskan setelah hipoglikemia, pasien diabetes yang diobati dengan insulin memiliki risiko sekitar 60% lebih tinggi dari kejadian kardiovaskular dan dua kali lebih mungkin meninggal dalam periode yang sama dengan pasien yang tidak mengalami hipoglikemia. 

"Ini adalah salah satu studi pertama yang melaporkan risiko kejadian kardiovaskular dan kematian pada orang dengan diabetes tipe I dan tipe II," kata Kamlesh. 

"Risikonya sangat signifikan dan kami perlu mengidentifikasi pasien ini lebih awal dengan tujuan menerapkan strategi untuk mengurangi risiko hipoglikemia mereka," tambahnya. 

"Pengetahuan kami pada mereka dengan diabetes tipe I," kata peneliti lain, Melanie Davies, Universitas of Leicester. 

Umumnya, penderita diabetes lebih rentan terhadap risiko penyakit kardiovaskular karena pembentukan plak aterosklerotik pada pembuluh darah. 

menurut para ahli, penelitian ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh penderita diabetes dan bisa membawa perubahan menuju pengelolaan insulin yang lebih baik pada pasien. 

Baca Juga: 4 Jenis olahraga yang efektif menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×