kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Penderita Darah Tinggi Disarankan Mengurangi Konsumsi Makanan Ini


Senin, 27 Februari 2023 / 04:55 WIB
Penderita Darah Tinggi Disarankan Mengurangi Konsumsi Makanan Ini


Sumber: KONTAN.co.id,Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penderita darah tinggi disarankan untuk mengurangi atau menghentikan konsumsi makanan tertentu. Makanan pantangan darah tinggi itu bisa menyebabkan tekanan darah tinggi semakin meningkat sehingga memperparah hipertensi.

Penderita darah tinggi harus menjaga pola makan. Penderita darah tinggi disarankan untuk mengurangi makanan penyebab tekanan darah tinggi meningkat.

Sebalinya, penderita darah tinggi perlu memperbanyak makanan yang bisa membantu mengatasi hipertensi. Makanan penurun darah tinggi bisa berupa buah maupun sayur.

Lalu, penderita darah tinggi disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan apa saja?

Diberitakan Kontan.co.id, ada beberapa pantangan darah tinggi yang sebaiknya dihindari. Misalnya, makanan asin, makanan berlemak, dan makanan manis karena bisa meningkatkan tekanan darah.

Baca Juga: 5 Makanan yang Bisa Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Penderita Hipertensi Catat

Berikut daftar makanan yang perlu dikurangi untuk dikonsumsi oleh penderita darah tinggi:

Makanan yang mengandung sodium

Pertama, penderita darah tinggi disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung sodium.

Sodium dalam garam berpengaruh pada kesimbangan cairan dalam tubuh. Hal itu juga berpengaruh pada tekanan darah dan kesehatan jantung Anda. Mengutip dari Healthline (healthline.com), sebaiknya jangan mengonsumsi lebih dari 2.300 mg sodium setiap hari.

Anda perlu menghindari makanan-makanan yang mengandung sodium berlebih. Misalnya, roti, pizza, sup, dan makanan cepat saji lainnya. Jika Anda terbiasa mengonsumsi makanan-makanan itu, Anda bisa mulai menguranginya terlebih dahulu agar kesehatan jantung tetap terjaga.

Acar

Kedua, penderita darah tinggi disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan berupa acar. Acar dibuat dengan mencampurkan banyak garam. Tujuannya agar acar bisa bertahan dalam jangka waktu lama. Namun, semakin lama acar disimpan dalam wadah, semakin banyak sodium yang terkandung di dalamnya.

Gula

ketiga penderita darah tinggi disarankan untuk mengurangi konsumsi gula. Healthline mengatakan bahwa gula dapat meningkatkan tekanan darah. Saat terbiasa mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan, tubuh Anda rentan mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Hal itu berkaitan dengan resiko tekanan darah tinggi yang meningkat.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita penderita tekanan darah tinggi membaik saat mengurangi gula sebanyak 2.3 sdt. Hasilnya, tekanan sistolik turun sebanyak 8.4 mmHg dan tekanan diastolik turun sebanyak 3.7 mmHg.

Alkohol

Keempat, penderita darah tinggi disarankan untuk mengurangi konsumsi alkohol.

Selain beberapa jenis makanan di atas, alkohol jadi pantangan darah tinggi selanjutnya yang perlu Anda hindari. Jika Anda belum memiliki kondisi tekanan darah tinggi pun, membatasi konsumsi alkohol bisa digunakan untuk menurunkan resiko masalah kesehatan itu.

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat mencegah efektivitas obat tekanan darah tinggi yang Anda minum. Selain meningkatkan tekanan darah, alkohol juga dapat menambah jumlah kalori dan gula dalam tubuh sehingga Anda lebih mudah mengalami kelebihan berat badan.

Baca Juga: Ini makanan yang harus dihindari penderita asam urat

Sup Kaleng

Kelima, penderita darah tinggi disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan dalam kaleng seperti sup kaleng. Sup kaleng atau jenis makanan kaleng lainnya memang mudah untuk diolah. Namun, hal itu tidak baik untuk kesehatan karena mengandung banyak sodium. Artinya, tekanan darah Anda bisa semakin tinggi jika mengonsumsi jenis makanan itu secara berlebihan.

Mengutip dari Healthline, Anda bisa mendapat 1.110 mg sodium dalam sup tomat kaleng. Jika Anda terpaksa mengonsumsi makanan kaleng, cobalah untuk mencari sup yang terbuat dari sodium yang lebih rendah.

Buah penurun darah tinggi

Selain mengurangi konsumsi makanan di atas, penderita darah tinggi juga perlu meningkatkan asupan makanan berupa buah penurun darah tinggi. Dilansir dari Kompas.com, berikut daftar buah penurun darah tinggi:

1. Berry

Buah penurun darah tinggi yang pertama adalah berry. Buah berry seperti blueberry, raspberry, chokeberry, cloudberry, dan stroberi telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk potensinya untuk mengurangi faktor risiko penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi.

Buah berry adalah sumber antioksidan yang kaya, termasuk anthocyanin, yang merupakan pigmen yang memberi warna cerah pada buah berry. Anthocyanin telah terbukti meningkatkan kadar oksida nitrat dalam darah dan mengurangi produksi molekul pembatas pembuluh darah, yang dapat membantu mengurangi tingkat tekanan darah.

2. Pisang

Buah penurun darah tinggi yang kedua adalah pisang. Dilansir dari Medical News Today, pisang mengandung potasium yang dapat membantu mengelola hipertensi.

Satu pisang berukuran sedang mengandung sekitar 422 miligram (mg) kalium. Menurut Asosiasi Jantung Amerika (AHA), potasium mengurangi efek natrium dan meredakan ketegangan di dinding pembuluh darah. Office of Dietary Supplements menyarankan agar laki-laki berusaha untuk mengkonsumsi 3.400 mg potasium setiap hari dan perempuan sebanyak 2.600 mg.

3. Kakao (cokelat hitam)

Buah penurun darah tinggi yang ketiga adalah kakau atau cokelat hitam. Kakao adalah bahan dalam cokelat hitam yang mengandung flavonoid, antioksidan.

Flavonoid dapat membantu menurunkan tekanan darah, menurut AHA. Namun, perlu dicatat bahwa seseorang mungkin tidak dapat mengonsumsi cukup flavonoid dalam cokelat hitam untuk mendapatkan manfaat yang signifikan.

AHA mengatakan bahwa sedikit cokelat dari waktu ke waktu dapat menjadi bagian dari diet seimbang. Namun disarankan agar orang memakannya karena mereka menikmatinya, bukan karena alasan kesehatan.

4. Kiwi

Buah penurun darah tinggi yang keempat adalah kiwi. Satu porsi kiwi setiap hari dapat membantu mengelola tekanan darah tinggi ringan.

Sebuah studi pada 2015 menjelaskan, orang yang makan 3 kiwi per hari selama 8 minggu mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih signifikan daripada mereka yang makan 1 apel per hari selama periode yang sama.

Penulis penelitian mencatat bahwa ini mungkin karena zat bioaktif dalam kiwi. Selain itu, kiwi juga kaya akan vitamin C, di mana dijelaskan dalam studi lainnya bahwa orang yang mengonsumsi sekitar 500 mg vitamin C per hari selama sekitar 8 minggu mengalami peningkatan yang signifikan dalam pembacaan tekanan darah mereka. Kiwi mudah ditambahkan ke makan siang atau smoothie. Satu cangkir kiwi, atau 2–3 buah kiwi, untuk 1 porsi.

5. Semangka

Buah penurun darah tinggi yang kelima adalah semangka. Semangka mengandung asam amino yang disebut citrulline.

Tubuh mengubah citrulline menjadi arginine yang dapat membantu tubuh memproduksi oksida nitrat, gas yang melemaskan pembuluh darah dan mendorong kelenturan di arteri. Efek ini bisa membantu aliran darah dan dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Dalam suatu penelitian, orang dewasa dengan obesitas dan ringan atau prehipertensi mengonsumsi ekstrak semangka yang mengandung 6 gram (g) L-citrulline/L-arginine. Setelah 6 minggu, para peserta melihat penurunan tekanan darah di pergelangan kaki dan arteri brakialis. Arteri brakialis adalah arteri utama di lengan atas.

6. Buah sitrus

Buah penurun darah tinggi yang keenam adalah buah sitrus. Buah sitrus, termasuk lemon dan jeruk mengandung hesperidin, antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Sebuah studi pada 2021, 159 orang mengonsumsi 500 ml jus jeruk yang diperkaya hesperidin selama 12 minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa mengonsumsi jus jeruk secara teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan hesperidin berkontribusi pada efek ini.

7. Ekstrak tomat

Buah penurun darah tinggi yang ketujuh adalah tomat. Tomat mengandung lycopene, antioksidan yang dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Sebuah studi pada 2021 menemukan, mengonsumsi ekstrak tomat dapat menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan pada orang dengan atau tanpa hipertensi. Namun, memasukkan tomat ke dalam makanan tidak memberikan hasil yang sama.

Selain itu, penelitian lain juga telah menemukan bahwa likopen dosis tinggi mengurangi tekanan darah sistolik, sedangkan tingkat yang lebih rendah tidak.

Itulah daftar makanan yang disarankan untuk dikurangi oleh penderita darah tinggi serta buah-buahan untuk penurun hipertensi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×