kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Pembahasan Tuberkulosis di Forum G20 Disebut Jadi Langkah Kongkrit untuk Eleminasi TB


Rabu, 30 Maret 2022 / 16:55 WIB
Pembahasan Tuberkulosis di Forum G20 Disebut Jadi Langkah Kongkrit untuk Eleminasi TB
ILUSTRASI. Petugas medis memeriksa kesehatan warga saat Gerakan Ketuk Pintu Seribu Rumah Warga di Surabaya, Jawa Timur, Senin (6/3). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/ama/17


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

Terdapat lebih dari 30 cabang PDPI di Indonesia dan setiap cabang kini memiliki kelompok kerja (pokja) penanggulangan TB. Pokja ini bekerja mulai dari penemuan kasus, diagnosis kasus, mencegah pasien putus berobat, hingga mendampingi pasien sampai sembuh.

“Tantangan tersendiri dalam penanganan TB di Indonesia adalah, masyarakat masih memandang penyakit ini sebagai stigma negatif. Masih banyak masyarakat yang tidak mau memeriksakan dirinya. Bahkan walaupun ada pasien sudah terdiagnosis TB, mereka tidak mau berobat,” terangnya.

Masyarakat yang memiliki gejala TB, diimbau untuk harus segera memeriksakan diri ke dokter. Kemudian apabila terdiagnosis TB harus segera berobat. Pasien TB sangat perlu dukungan orang-orang terdekat di sekitarnya untuk terus berobat dan yang paling penting tidak putus pengobatan. Hal ini tentunya juga memerlukan pendampingan yang konsisten dari tenaga kesehatan, termasuk juga dokter. 

Oleh karena perawatan pasien TB memerlukan kesabaran yang tinggi, PDPI juga membekali dokter spesialis paru dari sisi penguatan komitmen agar bisa membantu pasien tuberkulosis supaya tidak putus berobat. Selain itu PDPI selalu memberikan update terkini mengenai diagnosis, tatalaksana, dan pengobatan TB sebagai bagian dari penanggulangan TB.

“Dokter spesialis paru selalu melakukan tatalaksana terbaik untuk menyembuhkan pasien TB. Kedua kita terus memperbarui ilmu pengetahuan agar bisa mengobati pasien dengan benar. Kalau misalnya ada pengobatan yang terbaru, baik untuk kasus TB sensitif maupun TB-Resisten dokter spesialis paru harus yang menjadi pertama untuk tahu,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×