kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Pasien Covid-19 sering didiagnosa menderita tipes, kenali perbedaannya


Jumat, 08 Januari 2021 / 10:10 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Beberapa gejala tipes antara lain demam, ketidaknyamanan pencernaan seperti diare, mual dan muntah, serta badan yang terasa lemah. Jika Anda merasakan gejala tersebut, Anandika menyarankan untuk minum obat penurun panas dan obat mual yang dijual bebas terlebih dahulu sebagai langkah penanganan awal.

Selama masa perawatan, usahakan makan makanan lembut dan bergizi sehingga mudah dicerna dan diserap, seperti bubur atau sup. Jika dalam tiga hari tidak membaik, disarankan untuk pergi ke dokter. Penyebab utama tipes adalah bakteri.

Baca juga: Inilah tes Covid-19 tercepat di dunia, cukup 2 menit hasil akurat seperti PCR

Oleh karena itu, pasien membutuhkan obat antibiotik. "Antibiotik ini tidak bisa sembarangan, harus dipilih dan diresepkan oleh dokter," tambahnya. Ketika pergi ke dokter, pasien juga akan diarahkan jika perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk Covid-19.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Covid-19 Sering Dikira Tipes?",

Editor : Nabilla Tashandra

Selanjutnya: Awal 2021, zona merah corona di Indonesia 2021 turun, Jawa Tengah masih terbanyak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

[X]
×