Tips Sehat

Pamor jamu merangkak di tengah wabah virus corona

Kamis, 12 Maret 2020 | 16:48 WIB   Reporter: Ratih Waseso
Pamor jamu merangkak di tengah wabah virus corona

ILUSTRASI. Proses pembuatan Jamu Mbak Suni

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wabah virus corona sudah masuk ke Indonesia sejak awal Maret lalu. Kabarnya beberapa empon-empon dapat membantu tingkatkan daya tahan tubuh yang jadi kunci tangkal corona.

Empon-empon atau rempah yang dimaksud adalah jahe, temulawak, kunyit, sere, dan kayu manis yang diolah untuk jadi minuman atau dikenal jamu. Beredarnya informasi tersebut tentu berdampak pada para pelaku di industri jamu.

Sunita Bhagchandani pemilik Jamu Mbak Suni misalnya, mengakui jika ada peningkatan penjualan usai corona masuk ke Indonesia ditambah informasi tersebut beredar. Penjualan saat ini dikatakan Suni naik tiga sampai lima kali lipat dari biasanya.

Baca Juga: Tangkal virus corona, presiden Jokowi semakin rajin minum jamu

"Sehari biasanya rata-rata weekend Rp 1,5 juta - Rp 2,5 juta. Jadi sebenarnya dari Februari udah berasa naik, cuma signifikannya abis diumumkan kemarin itu ada dua pasien positif corona langsung naik," jelas wanita yang belajar membuat jamu di Jogja dan Solo tersebut kepada Kontan.co.id, Senin (9/3).

Melihat permintaan naik, Suni hari itu usai pengumuman pasien positif corona langsung belanja bahan baku jamu ke supplier langganannya. Stok ia lakukan karena melihat bahan baku jamu yang tadinya untuk stok lima hari di tiga outlet Jamu Mbak Suni ludes hari itu.

"Saya biasa belanja seminggu itu masing-masing rempah 30 kilogram, tapi saya disarankan supplier buat stok, saya langsung belanja 300 kilogram masing-masing rempah. Ini saja sudah tinggal setengah mungkin," ungkap Suni.

Produk jamu di Jamu Mbak Suni diantaranya jamu kunyit asem, beras kencur, paitan, jamu tenggok, jamu godok, temulawak dan lainnya yang diperbotol ukuran 500 ml dibanderol Rp 30.000 dan ukuran 250 ml Rp 20.000. Saat ini varian jamu tenggok atau jamu empon-empon yang disebut dapat cegah corona.

Suni mengatakan bahwa varian jamu tersebut sudah ada sejak dulu di outletnya. Bahkan sebelum Presiden Jokowi viral dengan resep jamu andalanya untuk setiap hari.

"Jadi itu varian jamu tenggok, atau empon-empon. Ada 10 rempah, nah boleh dua aja, atau tiga jenis rempah atau lengkap bisa. Sebelum viral jamu Jokowi juga sudah ada, setelah viral makin banyak yang cari sekarang apalagi," jelas Suni.

Editor: Yudho Winarto


Terbaru