kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.370   0,00   0,00%
  • IDX 7.952   15,91   0,20%
  • KOMPAS100 1.106   -0,20   -0,02%
  • LQ45 812   -1,90   -0,23%
  • ISSI 268   1,83   0,69%
  • IDX30 421   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 488   0,14   0,03%
  • IDX80 122   -0,19   -0,16%
  • IDXV30 132   0,97   0,74%
  • IDXQ30 136   0,14   0,10%

Orangtua, 7 makanan ini baik untuk perkembangan dan kecerdasan otak anak


Rabu, 28 Oktober 2020 / 14:27 WIB
Orangtua, 7 makanan ini baik untuk perkembangan dan kecerdasan otak anak
ILUSTRASI. Orangtua, 7 makanan ini baik untuk perkembangan dan kecerdasan otak anak. KONTAN/Baihaki


Penulis: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Orang tua mana yang tidak ingin buah hatinya tumbuh cerdas? Karenanya asupan makanan perlu diperhatikan untuk perkembangan otak anak. 

Pada masa pertumbuhan, anak membutuhkan beragam nutrisi. Nutrisi tersebut membantu tubuh anak berkembang dengan baik. 

Agar otak dan kecerdasan anak berkembang maksimal, ada makanan yang bisa membantu. Makanan tersebut mengandung zat dan vitamin yang baik untuk kecerdasan otak anak. 

Apa saja makanan tersebut? KONTAN.co.id sudah merangkum makanan apa saja yang baik untuk otak anak. Daftar di bawah ini dirangkum dari What to Expect dan Web MD.

makanan untuk kecerdasan otak anak

  • Telur

Telur merupakan salah satu makanan yang baik untuk kecerdasan otak. Kandungan protein dan kolin nya bisa membantu perkembangan memori anak. 

Kolin membantu otak untuk berkomunikasi dengan anggota tubuh yang lain. Anda bisa mmeberikan telur rebus setiap pagi, atau berkreasi dengan olahan telur lainnya. 

makanan untuk kecerdasan otak anak

  • Oatmeal

Karbohidrat kompleks yang ada pada oatmeal baik untuk kesehatan otak. 

Kandungan nutrisi pada oatmeal bisa memenuhi energi untuk aktivitas pagi. Makanan ini mengandung fiber hingga vitamin E dan B yang baik untuk kecerdasan otak. 




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×